Selasa, 24 Juli 2012
Mikha 7:14-15,18-20
Mazmur 84:2-4,5-6,7-8
Matius 12:46-50
KATA ‘saudara’dalam kamus besar Bahasa Indonesia berarti: orang yang seibu seayah. Maksud seibu seayah ini adalah berasal dari satu ibu dan satu ayah. Saudara adalah orang-orang yang dapat kita anggap dekat dengan kita, seseorang yang mau mendengarkan dan siap sedia membantu serta menemani kita dikala senang ataupun sedih.
Maka dari itu, siapa yang tidak mau dianggap sebagai saudara oleh Tuhan? Menjadi seorang yang dekat dengan Yesus merupakan dambaan kita sebagai umat Allah. Mungkin banyak diantara kita yang berpikiran, bagaimana caranya agar kita dapat menjadi seseorang yang dekat dengan Yesus? Bahkan kalau bisa menjadi saudara Yesus? Apakah kita harus lahir dari Bunda Maria, barulah kita bisa dianggap sebagai saudara Tuhan?
Tentu tidak! Dalam Injil hari ini, Yesus bersabda kepada kita bahwa “Siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.” Lihat, begitu besarnya cinta Tuhan Yesus kepada kita, sampai-sampai jika kita melakukan apa yang menjadi kehendak Allah Bapa di sorga, maka kita sudah Ia anggap sebagai saudara-Nya sendiri. Siapa yang tidak mau selalu didengarkan dan ditemani oleh Yesus dalam senang maupun sedih / dalam setiap langkah kaki kita?[Tmy]
Apakah aku sudahmau mencari dan melakukan kehendak-Nya?
DOA (†)
Tuhan Yesus, kami ingin selalu menjadi orang-orang terdekat-Mu. Bimbinglah kami agar dapat selalu berjalan di jalan-Mu, sehingga kami layak untuk menjadi saudara-Mu. Amin(†)




