Sabtu, 21 Juli 2012
St. Laurensius dr Brandisi
Mikha 2:1-5
Mazmur 10:1-2,3-4,7-8,14
Matius 12:14-21
DUNIA semakin hari semakin aneh. Orang-orang yang merasa punya kekuasaan lebih suka banget bertindak semaunya. Yang kuat, akan semakin berkuasa, namun yang lemah, yang kecil akan semakin ditindas oleh yang kuat. Orang-orang Farisi merasa bahwa mereka lah yang kuat, mereka lah yang paling pintar dan pantas berkuasa. Namun, karena merasa merasa terancamakan kehadiran Yesus, karena begitu banyak orang yang mengikuti Dia, sehingga para Farisi bersekongkol ingin membunuh Dia.
Tuhan Yesus berkuasa atas dunia ini, tetapi apakah ini artinya bahwa Dia berkuasa untuk memusnahkan yang lemah? Menindas yang kecil? Jawabannya adalah no..no..no..Yesus adalah harapan bagi kita semua yang lemah, yang membutuhkan pertolongan.
“Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang. Kepada-Nyalah semua bangsa akan berharap” (Matius 12:20-21)
Ketika kita datang kepada Yesus, Dia tidak menghukum, tetapi mengampuni. Dia tidak membenci, tetapi mengasihi. Yesus adalah pengharapan hidup kita.Namun, tidak sampai disitu aja... Tuhan juga ingin kita dapat membangkitkan harapan bagi orang lain, bukannya membuat mereka terpuruk dan menderita.[gt]
Apakah aku menjatuhkan atau membangkitkan harapan bagi orang lain?
DOA (†)
Tuhan Yesus, terima kasih Engkau adalah Allah yang penuh kasih. Engkau tidak akan membiarkan kami terkulai. Biarlah harapan yang ada padaMu bisa kami bagikan kepada orang lain. Amin(†)




