Selasa, 17 Juli 2012
Yesaya7:1-9
Mazmur48:2-3a,3b-4,5-6,7-8
Matius11:20-24
“Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya”
(Matius 11:20)
PERNAH tidak dipukul oleh orang-tua? Tidak semuanya pernah merasakan, namun banyak juga yang mengalami. Pukulan disini bukan dimaksudkan “dihajar” secara harafiah, namun tindakan fisik secara wajar yang dimaksudkan untuk mendisiplinkan dan bukan untuk menyakiti. Sebagai anak kecil apabila kita dipukul, se-mulia apapun maksudnya, ujung-ujungnya tetap sakit juga. Apabila kita lihat injil pada hari ini, sepertinya Tuhan pun bertindak hal yang sama. Tuhan tampak sangat kehilangan kesabaran dan sangat marah di Injil hari ini.
Gereja kita menggambarkan Orang Tua sebagai wakil Tuhan di dunia ini, dan dua gambaran ini menggariskan persamaan mereka dalam peran sebagai orang tua. Sebagai anak, kita sering keras kepala. Kita sering salah mengambil langkah, namun tidak mau dinasihati. Bergaul dengan orang yang salah, kita merasa orang-tua kita kolot. Dan yang paling parah, sering kita bersikap tidak hormat terhadap orang tua kita.
Teman, ingatlah bahwa orang-tua kita adalah wakil Tuhan di dunia. Kita harus menghormati mereka dan mendoakan agar Tuhan senantiasa membimbing mereka untuk menjadi orang tua yang baik. Tuhan dapat marah, namun kasih-Nya tidak akan berubah. Demikian juga dengan orang-tua kita, percayalah bahwa mereka selalu mengusahakan yang terbaik untuk anak yang telah Tuhan percayakan. [718]
Apakah kita sudah hormat terhadap orang tua…?
DOA(†)
Tuhan, terima kasih atas orang-tua yang Engkau berikan kepadaku. Aku doakan agar Tuhan senantasa hidup di hati mereka . Amin(†)




