SP Maria dari Gunung Karmel
Yesaya 1:11-17
Mazmur 50:8-9,16bc-17,21,23
Matius 10:34-11:1
PALING mudah menjadi komentator dalam pertandingan sepak bola daripada pemaindi lapangan. Seorang komentator dengan santainya dapat melihat kesalahan pemain,danmenganggap wasit curang atau jujur. Tapi pernahkah terbayangbetapa sulitnya pemain yang sedang berjuang untukmeraih piala kemenangan?
Hidup kita pun demikian, dengan mudah kita bergosip membicarakan kekurangan orang, menganggap remeh teman, merasa dirinya yang hebat, tapi siapakah kita sehingga pantas menjadi hakim bagi yang lain??
Tetapi kepada orang fasik Allah berfirman :“ Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku, dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu, padahal engkaulah yang membenci teguran, dan mengesampingkan firman-Ku?”
(Mazmur 50:16-17)
Menjadi pengikut-Nya bukanlah hal yang mudah, maka marilah kita mohon dukungan Santa Perawan Maria yang menjadi teladan lewatkehidupannya yangpenuh iman, kesetiaan, cinta, dan harapan. [ew]
DOA (†)
Allah, Engkau telah menghiasi Ordo Karmel dengan gelar mulia Santa Perawan Maria, Bunda Putra-Mu. Kami mohon agar kami dikuatkan oleh bantuannya yang menghantarkan kepada persatuan dengan Yesus Kristus, Putra-Mu.Amin(†)




