Minggu, 8 Juli2012
Hari Minggu Biasa XIV
Yehezkiel 2:2-5
Mazmur 123:1-2a,2bcd,3-4
2Korintus 12:7-10
Markus 6:1-6
TEMAN, dalam suratnya hari ini, Paulus menggunakan istilah “duri” dan “daging”. Duri melambangkan semua yang tidak kita kehendaki dan semua yang tidak mengenakan dan daging melambangkan hal-hal yang menyenangkan yang ingin kita miliki atau rasakan.
Bacaan Injil mengisahkan Yesus juga mengalami “duri” dan “daging”. Banyak orang takjub ketika mendengarkan pengajaran-Nya, namun mereka juga menolak Yesus segera sesudah mengetahui latar belakang keluarga-Nya.Tuhan sendiri membiarkan nabi Yehezkiel untuk mengalami “duri”. Bayangkan, nabi tersebut diutus untuk menyampaikan firman Tuhan kepada kaum Israel yang sangat keras kepala dan tegar hati serta merupakan kaum pemberontak kepada Allah (Yehezkiel 2:3-5).
Baik “duri” maupun “daging” sebenarnya sangat diperlukan dalam kehidupan rohani kita. Ketika mendapat “daging”, kita akan bersukacita, memuji, dan memuliakan Tuhan. Sedangkan pada saat mengalami “duri” kita dapat belajar berserah kepada Tuhan dan tidak menjadi pribadi yang sombong. Mari kita hayati kata-kata Rasul Paulus berikut ini: “Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat” (2 Korintus 12:10). [VJs]
Apakah yang kita lakukan ketika mendapat “duri”?
DOA(†)
Ya Allah, aku mau bersukacita dan berharap hanya pada-Mu. Amin(†)




