Rabu, 4 Juli 2012
Amos 5:14-15,21-24
Mazmur 50:7,8-9,10-11,12-13,16bc-17
Matius 8:28-34
“Biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang mengalir ”
(Amos 5:24)
BACAAN dari kitab Amos hari ini kalo kita baca secara lengkap sungguh membuat kita kaget. DisituTuhan secara langsung menegur hidup keagamaan kita. Tuhan membenci perayaan kita, perkumpulan raya, korban keselamatan dan bahkan nyanyian kita.
Waduh kalo begini gimana ya? Apakah kita gak usah lagi ke gereja untuk beribadah? Atau ada maksud lain yang mau Tuhan sampaikan kepada kita? Yang tidak berkenan dihadapan Tuhan bukanlah nyanyian atau pujian kita, bukan juga ibadah kita. Namun yang membuat Tuhan tidak berkenan adalah yang kita lakukan hanyalah ibadah lahiriah belaka, motivasi kita hanya sekedar supaya dilihat orang lain kalo kita ini hidup suci. Namun nyatanya dalam keseharian kita tidak menampakan apa yang baik dan benar. Tidak mencerminkan dari ibadah yang kita lakukan. Dengan kata lain kita menjadi “Munafik”.
Tuhan menghendaki ibadah yang sejati yaitu melakukan yang baik, adil kepada sesama, berbuat apa yang benar, menjauhi segala sesuatu yang jahat. Biarlah seluruh kata, perbuatan dan pikiran kita tertuju pada Tuhan. Nah itu baru ibadah yang sejati.
Apakah aku sudah melakukan ibadahku yang sejati?
DOA(†)
Tuhan Yesus, ajarlah aku untuk melakukan apa yang berkenan kepada-Mu, sehingga apa yang kami tampilakan merupakan bentuk ibadah kami yang sejati. Amin(†)




