Selasa, 19 Juni 2012
1Raja-raja21:17-29
Mazmur51:3-4,5-6a,11,16
Matius5:43-48.
SAYA mengenal baik salah seorang organis di gereja saya yang juga merupakan guru les saya. Dia berbagi cerita mengenai sikap mengampuni dalam pelayanan. Suatu kali saat ia telah dijadwalkan untuk bermain organ di Gereja (menggantikan petugas yang berhalangan), ditengah misa berjalan seseorang berkata bahwa beliau harus menyudahi permainannya karena pemain aslinya akhirnya datang. Coba kita bayangkan bila kita diposisinya, pasti merasa disingkirkan dan terbuang, pasti sakit sekali hati kita diperlakukan seperti itu. Otomatis saya kaget dan ingin tahu apa reaksinya menghadapi ini. Guru saya hanya bilang, ”ya sudah saya duduk aja jadi umat”. Saya kaget atas reaksi yang tulus dan easy going.
Memang sebagai yang sudah dipenuhi Roh Kudus layaknya bersikap begitu. Apapun perlakuan orang terhadap diri kita, sama sekali tidak mempengaruhi emosi kita. Malah sebaliknya, kita membalikan segala reaksi buruk yang datang pada kita dengan respon positif. Jadi, Pelajaran yang kita dapat adalah kita harus membalas setiap kejahatan orang dengan kasih yang sudah Tuhan beri terlebih dahulu untuk kita. [j$]
Sudah mampukan kita menjadi seorang pemaaf sejati ?
DOA (†)
Bapa, jadikan hatiku seperti hati-Mu, selalu memaafkan orang yang bersalah kepada-Mu. Amin(†)




