Selasa, 18 Juni 2012
1Raja-raja21:1-16
Mazmur5:2-3,5-6,7
Matius5:38-42
WAKTU kelulusansekolah telah dekat,saya dan beberapa teman yang sepakat melanjutkan studi di luar negeri juga berusaha mencari chanel untuk mendaftarkan diri. Puji Tuhan, sayalah orang pertama yang mendapat kenalan yang dapat membantu. Bapak ini adalah salah satu aktifis alumninya. Saya perkenalkan bapak ini kepada teman-teman yang berminat. Bersama kawanlain, kami saling membantu melengkapi info.
Tidak disangka,ada seorang teman yang menganggap saya adalah saingannya. Bisa dibilang dia meninggalkan saya dengan tujuan agar dia lebih unggul dan saya tertinggal. Sejak saat itu saya malas berhubungan dengannya,toh dia sudah jauh lebih ‘bergerilya’.
Saat briefing yang diadakan pemerintah Negara tersebut, dia hadir disana tanpa merasa sungkan saat bertemu saya. Suasana hati saya tidak nyaman selama briefing itu. Namun penghiburan Tuhan datang juga. Di tempat itu saya bertemu seorang bapak yang alumni universitas di Negara itu yang juga separoki dengan saya. Dia juga dalam proses mendaftarkan anaknya untuk kuliah. Bapak itu membantu proses pengurusan dokumen saya. Alhasil, pendaftaran saya lebih cepat dan segalanya tuntas lebih cepat.
Lewat peristiwa ini, saya ingin teman-teman mengerti bahwa Tuhan hanya melihat kerelaan hati kita yang dalam suasana terjepit namun tidak emosi. Dia sendiri akan mengangkat kita lebih tinggi dari masalah yang kita hadapi.[j$]
Mampukah kita untuk bersikap rela didalam segala hal?
DOA (†)
Bapa, terima kasih pertolongan-Mu tidak pernah terburu-buru namun tidak pernah terlambatbagiku. Amin(†)




