Sabtu, 16 Juni2012
Hati Tersuci Santa Perawan Maria
Yesaya 61:9-11
MT : 1Samuel 2:1,4-5,6-7,8abcd
Lukas 2:41-51
“Hatiku bersukaria karena Tuhan, tanduk kekuatanku ditinggikan oleh Tuhan...”
(1 Samuel 2:1)
SEBUAH benih apel jika ditanam pasti menghasilkan buah apel. Demikian juga benih semangka pastilah menghasilkan buah semangka. Benih menggambarkan apa yang akan terjadi kelak.
Dalam Injil hari ini, kita bisa melihat “benih” dari Yesus ketika sudah dewasa. Yesus dan kedua orang tua-Nya mengadakan perjalanan ke Yerusalem untuk merayakan pesta Paskah. Kelak, Yesus akan mengadakan perjalanan-Nya yang terakhir ke Yerusalem juga untuk merayakan Paskah sebelum akhirnya Ia ditangkap. Yesus “menghilang” selama tiga hari sebelum Ia diketemukan oleh Maria dan Yosef. Nantinya, Yesus juga akan menghilang (selama tiga hari juga) dari kehidupan karena mati di kayu salib sebelum bangkit.
Nabi Yesaya berkata, “...seperti kebun menumbuhkan benih yang ditaburkan, demikianlah Tuhan Allah akan menumbuhkan kebenaran dan puji-pujian di depan semua bangsa-bangsa.” (Yesaya 61:11). Yesus Kristus merupakan kebenaran sejati yang datang dari Allah dan iitubenih-benih kebenaran juga telah ditanamkan di hati setiap orang melalui perantaraan Roh Kudus yang tinggal didalam kita. Maka, marilah kita senantiasa menjaga benih itu agar bisa tumbuh berkembang sehingga nantinya kita bisa menjadi saksi-saksi kebenaran Kristus. [VJs]
Sudahkah kita menjadi saksi kebenaran?
DOA(†)
Ya Allah, tolonglah aku agar benih kebenaran yang telah ada di hatiku tidak gugur dengan sia-sia. Amin(†)




