Sabtu, 2 Juni2012
Yudas 17,20b-25
Mazmur 63:2,3-4,5-6
Markus 11:27-33
APAKAH kalian pernah melihat iklan rokok dimana digambarkan bahwa merokok itu suatu kegiatan yang keren, macho, prestisius, gaul? Ini adalah suatu contoh tawaran “palsu” yang membuat orang lama-kelamaan menjadi “tidak sadar” dan akhirnya menganggap kegiatan merokok menjadi suatu kegiatan yang tidak merugikan.
Surat Yudas yang kita baca hari ini dahulu ditulis untuk menentang para guru palsu yang terang-terangan berhaluan antinomisme (mengajarkan bahwa keselamatan melalui kasih karunia mengizinkan mereka untuk berdosa tanpa dijatuhi hukuman). Tentu saja hal ini bertentangan dengan ajaran Gereja Katolik.
Yesuspun tidak luput dari masalah dengan para guru palsu ini. Imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua marah kepada Yesus karena Ia mengusir orang-orang yang berjual beli di halaman Bait Allah dan memporak-porandakan tempat berjualan para pedagang. Mereka beradu pendapat dengan Yesus dan seperti yang telah kita baca, mereka tidak bisa mengalahkan kebijaksanaan Yesus.
Kita yang hidup dalam zaman sekarang, menghadapi banyak ajaran-ajaran duniawi yang terus menerus mencoba untuk mempengaruhi kita. Maka, kitapun harus cerdik dan selalu siaga seperti Yesus. Inilah pentingnya kita mengikuti petunjuk dari surat Yudas 20-22, supaya kita tidak lengah dan tersandung. “Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya,” (Yudas 23). [VJs]
Apakah kita cukup peka untuk melawan godaan duniawi?
DOA(†)
Ya Allah, buatlah hatiku peka dan berilah aku ketegasan untuk menolak setiap godaan duniawi. Amin(†)




