Jumat, 18 Mei 2012
Novena Pentakosta Hari I
Kisah Para Rasul18:9-18
Mazmur47:2-3,4-5,6-7
Yohanes16:20-23a
KETIKAlibur natal hampir usai, aku berencana menghabiskan waktu dengan nonton bioskop bersama orang tua. Tetapi hari itu cuaca mendung. Kuatir akan datang hujan besar, maka ayah berniat naik ke genting untuk memeriksa adakah gentin yang sudah bocor.Sebagai anak cowo satu-satunya, pastilah aku ikut membantu ayah naik ke kerangka baja dibawah genting dan memasang terpal diatas plafon guna menahan hujan saat hujan angin.
Wowww.... Hari itu aku kerja ekstra keras, dan tentunya bercampur kesal karena aku terpaksa melakukan pekerjaan Pak Midun; tukang bangunanyang biasa dipanggil ayah untuk mengatasi masalah bocor ‘sana-sini’. Setelah urusan ‘genting bocor’ selesai, aku pun kembali bersemangat karena ingat bahwa hari ini aku akan pergi nonton dengan ortu. Tapii... Guess what?!?Usai bekerja, orang tuaku kelelahandan ingin beristirahat (bayangkan, sisa liburan harus kuhabiskan dengan “menukang”? apa istimewanya?).
Karena kesal ngga bisa nonton di bioskop, jadilah aku menonton televisi saja di rumah. Betapa terkejutnya aku, ketika berita menunjukkan telah terjadi banjir di mana-mana, termasuk di kawasan mall tempat bioskop yang ingin kutuju berada. Aku langsung merasa malu pada diri sendiri : “Seandainya saja tadi aku dan ortu jadi pergi nonton, pastilah saat ini kami sudah berada di tengah-tengah kemacetan dan banjir yang besar itu.” Tak ada kata yang bisa terucap dari mulutku, kecuali : ‘Terima kasih Tuhan’. [j$]
“Mengucapsyukurlahdalam segala perkara”
Sudahakah ku lakukan ?
DOA (†)
Tuhan, celikanlah mata hatiku agar dapat melihat segala berkat di balik setiap masalah dalam hidupku. Amin(†)




