Kamis, 10 Mei 2012
S. Antonius& St. Damianus de Veuster
Kisah Para Rasul. 15:7-21
Mazmur. 96:1-2a,2b-3,10
Yohanes. 15:9-11
“..dan Ia sama sekali tidak mengadakan perbedaan antara kita dengan mereka sesudah ia menyucikan hati mereka oleh iman”
(Kisah Para Rasul 15:9)
JULUKAN ini nemplok pada mereka yang ngga pernah nyontek, selalu mengerjakan tugas dan ngga pernah coba yang namanya rokok. Mereka dianggap manusia kuper yang paling ngga asik dijadikan teman. Kebalikannya, anak-anak bandel yang berani melanggar peraturan biasanya lebih populer dan disegani teman-temannya. Aneh memang, tapi inilah kenyataannya.
Keanehan itu kerap kali terjadi di dunia, bahkan di jaman Yesus sekalipun. Dunia tampaknya sering tersesat : apa yang benar menjadi salah dan yang salah jadi benar. Alkitab mencatat bahwa orang-orang Farisi adalah pendakwa paling ulung dalam sejarah Alkitab. Mereka menjadikan Hukum Taurat yang pada dasarnya dimaksudkan baik sebagai senjata pendakwaan mereka. Di masa kini, seringkali terjadi pergeseran makna dimana rokok, pornografi, bahkan seks sebelum menikah adalah normal, padahal persepsi ini tidaklah seperti ini pada awalnya. Dunia memilih untuk membenarkan yang salah, daripada mengusahakan yang benar, mengapa? Karena ituah dasar dari dosa, manis dan menggiurkan namun mematikan iman kita.
Jadi nilai apa dong yang harus kita pegang? Obat pahit yang menyehatkan badan kita (perbuatan baik dan cinta Tuhan) atau permen manis yang menyenangkan namun tidak bergizi (dosa dan perbuatan tercela). Kamu pasti tahu jawabannya khan....??? [718]
Apakah Tuhan sudah menjadi panutan kita…?
DOA(†)
Tuhan, aku mau senantiasa berpegang kepada kerahiman-Mu, ajarku untuk senantiasa setia kepada firman-Mu.Amin(†)




