Senin, 16 April 2012
Kisah Para Rasul 4:23-31
Mazmur2:1-3,4-6,7-9
Yohanes3:1-8
“..Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua?...”
(Yohanes 3:4)
“SELAMAT menempuh hidup baru”, demikian kata salah satu pembimbing rohani saya, saat saya pertama kali menerima baptisan Roh Kudus, peristiwa yang terjadi kurang lebih 15 tahun lalu saat saya baru memasuki bangku Sekolah Menengah Umum. Saat itu saya tidak begitu mengerti maksudnya, yang saya tahu hidup saya memang mulai berubah; saya merasakan Roh Kudus mulai bekerja secara nyata. Kita juga sering mengucapkan “Selamat Hidup baru” kepada orang yang baru menikah. Kita percaya bahwa saat seseorang menikah, hidupnya bukanlah hanya satu melainkan menjadi satu dengan pasangannya. Oleh karena itu, ada pengertian “baru” dalam kehidupan setelah menikah.
Jadi apakah hidup baru hanya dapat dialami oleh orang yang menerima baptisan Roh Kudus atau yang sudah menikah? Injil hari ini mengajak kita untuk terbuka terhadap kasih Tuhan yang bekerja secara pribadi terhadap masing masing dari kita, agar kita dapat terlahir kembali didalam Dia dan terbuka terhadap ungkapan belas kasih Allah. Teman, biarlah momen paskah ini menjadi momen bagi kita untuk kembali menghayati pengorbanan Tuhan dan menjadikan Tuhan yang terutama dalam hidup kita, agar kita kembali terlahir baru didalam Dia. [718]
Apakah aku MAU lahir baru…?
DOA(†)
Tuhan, aku ingin agar setiap pikiran, perkataan dan perbuatanku kembali lahir baru didalam Engkau. Amin(†)




