Senin, 2 April2012
Yesaya 42:1-7
Mazmur 27:1,2,3,13-14
Yohanes 12:1-11
“Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup!”
(Mazmur 27:13)
TEMAN, kita seringkali menemukan berita tentang bagaimana seorang pencuri yang tertangkap dihajar oleh massa. Kita juga mungkin sering ikut-ikutan untuk bergosip tentang teman kita yang telah ketahuan melakukan suatu kesalahan. Sebagai manusia, kita cenderung untuk berpartisipasi untuk menghukum seseorang yang terbukti bersalah, baik melalui pikiran, perkataan, maupun perbuatan. Bagaimana dengan Tuhan? Dia tidak pernah memandang kesalahan yang kita perbuat, bahkan selalu menerima kita apabila kita kembali dengan penyesalan dan datang dengan ucapan syukur. Dalam Injil hari ini, Yesus membiarkan Maria yang mengurapi kakiNya dan membela Maria di hadapan Yudas Iskariot. Perbuatan Maria ini didasari oleh rasa syukur, hormat, dan cinta karena Yesus telah membangkitkan Lazarus, saudaranya.
Yesus ingin menunjukkan bahwa Tuhan tidak pernah mencari-cari kesalahan manusia. Manusia yang berdosa telah dilayakkan untuk bertemu denganNya, untuk melayaniNya, dan diangkat menjadi anakNya dan rekan sekerjaNya. Inilah yang dikatakan oleh Nabi Yesaya “Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum.” (Yesaya 42:3). Hukum yang dinyatakan oleh Tuhan adalah hukum kasih. Tuhan mencintai manusia dan Dia ingin manusia tahu hal tersebut. [VJs]
Masihkah kita selalu berpikiran negatif atas kesalahan orang lain?
DOA(†)
Ya Allah, semoga aku bisa untuk mencintai orang lain apapun kesalahan yang telah diperbuatnya. Amin(†)




