Senin, 19 Maret 2012
Hari Raya Santo Yusuf, suami SP Maria
2 Samuel 7:4-5a, 12-14a,16
Mazmur 89:2-3,4-5,27,29
Roma 4:13,16-18,22
Matius 1:16,18-21,24a / Lukas 2:41-51a
“Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”
(Ibrani 11:1)
RENUNGAN ini akan langsung mengingatkan kita padabapa Abraham.Sebagaimana yang akan saya share ketikadua tahun lalu sakit mata datingbertepatan dengan masa ujian akhir kenaikan kelas. Penyakit mata yang menular memaksa saya dikarantina selama duaminggu di rumah. Dengan kondisi mata yang merah seperti darah dibarengi keluarnya cairan yang tak henti-henti, membuat saya tidak bisa membaca. Melihat tumpukan bahan ujian yang harus saya ‘lahap’, saya berdoa mohon kesembuhan secepatnya.
Namun yang terjadimata saya satunya tertular. Sempurna guncangan iman saya!Yang tinggal hanya kepasrahan hebat tanpa mampu berbuat apa-apa selain “menanti”. Dalam keterbatasan saya mengikuti ujian susulan, suasana hati saya “pasrah” pada-Nya. Hebatnya Tuhan...., hasil ujian saya, dalam kategori baik.
Bagaimana bisa ya?Saya ga tau! Yang saya tau, seberat apapunmusibah menimpa kita, kita tak sendirian. Saat kita menanti Dia, kita sedang izinkan Dia melakukan sesuatu bagi kita. Itulah “iman”.[j$]
Masihkah aku ragu-ragu akan kekuatan iman dalam diriku ?
DOA (†)
Tuhan, buat kami anak-anak-Mu untuk bisa mempergunakan dan meningkatkan iman yang telah Engkau beri. Amin(†)




