Minggu, 18 Maret 2012
Minggu Prapaska IV
2 Tawarikh 36:14-16, 19-2
Mazmur 137:1-2,3,4-5,6
Efesus 2:4-10
Yohanes 3:14-21
SEBAGIAN besar orang, belum paham alasan mereka ada dibumi. Jawaban yang kerap dilontarkan hanyalah “menjalankan takdir”. Sebagai umat Katolik, selayaknya kita pahami, keberadaan kita karena DIA mau kita alami dan nikmati kasih karunia-Nya.
Sayapun dulu sering bertanya apa gunanya beraktivitas di bumi yang terus-terusan hanya begini tanpa terasa hal yang spesial. Sampai suatu saat saya diizinkan merasakan rasa tidak dihargai oleh teman dan sempat terhianati. Walaupun sedikit tidak nyaman, anehnya, sama sekali tidak saya rasakan sakit hati apa lagi luka batin. Seakan-akan ada kapsul yang membungkus saya. Yang ada pada pikiran saya, Tuhan pasti punya alasan atas ketidak nyamanan ini.
Ternyata keadaan itu membuka suatu pengertian, bahwa ativitas rutin yang saya pikir “biasa-biasa”, Allah pakai sebagai sarana memberkati saya supaya saya tidak terkecoh bahkan tercemar dengan kondisi ketidak nyamanan oleh karena apapun. Kehidupan yang menurut saya datar sesungguhnya menjadi kesempatan Tuhan menolong saya agar selalu lolos dari berbagai cobaan yang beredar dibumi. [j$]
Apakah kita sudah bersyukur atas rutinitas yang menjenuhkan?
DOA(†)
Tuhan biarlah apapun yang kulakukan, senantiasa kulakukan dengan penuh ucapan syukurbagi-Mu.Amin(†)




