Minggu, 11 Maret 2012
HMinggu Prapaska III
Keluaran. 20:1-17
Mazmur 19:8, 9,10,11
1 Korintus. 1:22-25
Yohanes. 2:13-25
“Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku..”
(Yohanes 2:17)
SETIAP kita masuk ke restoran siap saji, sering kita ditawari tambahan untuk makanan kita. “Pak, apa mau sekalian tambah saladnya? Atau es-krim nya mungkin?”, demikian kata si pramusaji. Kebanyakan dari kita berkata tidak apabila harganya tidak cocok. Lalu sang pramusaji menawarkan paket hemat yang memberikan semua yang kita mau dan yang kita tidak mau, dengan harga yang menarik.
Senada dengan cerita tentang makan siap saji, sangat sering kita memperlakukan Tuhan tidak dengan selayaknya. Sering kita hanya berdoa kalau igat saja. Kita juga sering menolak ajakan untuk persekutuan atau acara rohani dengan alasan tidak ada waktu, walaupun sebenarnya kita sedang melakukan hal yang sia-sia. Kita tidak mau berkomitmen untuk novena, namun untuk kumpul-kumpul di bar sudah menjadi komitmen mingguan kita. Teman-teman, mengapa rasanya kita sering memperlakukan Tuhan seperti side dish?
Sungguh layak dan sepantasnyalah apabila kita mengasihi dan menghormati Tuhan dengan segenap jiwa dan raga kita, agar segala perbuatan dan sikap kita berkenan dihadapan-Nya. Tuhan tidak pernah setengah-setengah mengasihi kita, lantas mengapa kita hanya menjadikan dia sebagai ‘tambahan’ saja? [718]
Apakah Tuhan telah menjadi yang terutama dalam hidupku?
DOA(†)
Tuhan, terima kasih atas segala cinta-Mu. Amin(†)




