Sabtu, 10 Maret 2012
Mikha7:14-15;18-20
Mazmur105:16-17, 18-19, 20-21
Lukas15:1-3,11-32
“Aku akan bangkit dan pergi kepada Bapaku...”
(Lukas 15:18)
PERIKOP hari ini adalah perikop yang cukup sering kita dengar, cerita tentang anak bungsu dan anak sulung. Dikisahkan bagaimana sang bungsu meminta warisan kepada Ayahnya yang masih hidup, kemudian menghabiskan semuanya tanpa sisa. Ia kemudian kembali, dan dengan gembira sang Ayah menerimanya kembali, bahkan menyelenggarakan pesta untuk si bungsu. Reaksi si sulung? Diceritakan bahwa si sulung ngambek.com teman-teman.
Saya adalah anak sulung dengan dua adik laki-laki, maka saya sedikit banyak mengerti perasaan si Sulung dalam perikop tersebut. Sering sebagai yang sulung kita merasa bahwa orang tua kita pilih kasih. Adik kita lebih dimanja dan dituruti keinginannya. Sedangkan kita? Kita dituntut harus menjaga adik, harus menjadi contoh, harus sabar, harus mengerti, dan sebagainya.
Si bungsu berkata “Aku akan bangkit dan pergi kepada Bapaku...” (Lukas 15:18). Si Bungsu menyadari bahwa perbuatannya salah, dia tahu bahwa Bapanya memiliki segala yang ia butuhkan dan apa yang telah ia lakukan adalah sia-sia. Teman-teman, seringkali adik kita belum mengerti perbuatannya. Jadi sudah layak dan sepantasnyalah kita harus menjadi lebih sabar, lebih pengertian dan memberikan contoh yang baik. Jangan ngambek, melainkan bersyukurlah bahwa orang tua kita sudah melihat peran kesulungan kita dan sedang membimbing kita untuk lebih dewasa. [718]
Apakah aku sering berpikiran pendek…?
DOA(†)
Tuhan, maafkan aku yang sering mengeluh dan tak bersyukur. Amin(†)




