Jumat, 17 Februari 2012
Yakobus2:14-24, 26
Mazmur112:1-2, 3-4,5-6
Markus8:34--9:1
ITULAH istilah bagi dua sejoli yang sedang jatuh cinta. Ketika SMP dulu, aku nge-fans banget sama salah satu kakak kelas ku, dia adalah pemain basket terkenal dan paling keren di sekolah (menurutku tentunya… Hehehehe….). Aku yang ketika itu tergabung sebagai tim basket perempuan, sering berlatih bersama doi… Setiapkali bertemu, muka langsung merah, hati deg deg an, bahkan untuk menatap mukanya saja aku sampai malu…
Hampir sepuluh tahun berlalu, aku bertemu lagi dengan si doi, dan ketika kami saling bercerita ternyata baru kuketahui bahwa dia pun dulu juga ‘menaruh hati’ padaku tapi karena menurutnya saat itu aku malu-malu, dia menganggap bahwa aku tak tertarik padanya… (Ahh.. seandainya saat SMP aku tidak terlalu malu-malu… hihihi)
Kalau kuingat hal itu, aku teringat akan Injil hari ini yang berkata “Sebab barangsiapa malu karena Aku…, Anak Manusiapun akan malu karena orang itu…” (Markus 8:38). Melalui Injil hari ini aku belajar bahwa sesuatu yang kita rasakan atau ada di dalam hati kita haruslah dapat kita ekspresikan. Bila kita katakana bahwa kita ini anak Allah maka hendaknya seluruh perkataan dan perbuatan kita mencerminkan diri Allah sendiri, dan kita tak boleh malu mengakui bahwa hanya Allah lah Tuhan dan Raja kita. Sebab iman tanpa perbuatan adalah mati, maka seluruh perbuatan kitapun haruslah mencerminkan iman kita pada Yesus… Ayoo… jangan malu mengakui siapa raja kita…. [Pp]
Apakah perbuatan ku selaras dengan imanku pada Tuhan?
DOA (†)
Yesus Kristus, kuatkanlah aku agar imanku kepada-Mu dapat aku wujudkan melalui perbuatan nyata. Amin(†)




