Seri 36: PEMECAHAN ROTI
Seri: 36
PEMECAHAN ROTI
Imam selebran memecahkan roti, yang diiringi dengan nyanyian atau ucapan Anak Domba Allah (Agnus Dei) oleh umat beriman. Pemecahan roti dilaksanakan dengan khidmat dan hanya oleh imam selebran dan diakon. Imam selebran mengangkat roti supaya bisa dilihat umat dan memecah-mecahkannya mengikuti tata gerak Yesus dalam Perjamuan Terakhir. Pada zaman para rasul seluruh Perayaan Ekaristi disebut ‘pemecahan roti’ seturut tata gerak Yesus itu. Roti yang dipecahkan sebagai lambang umat beriman yang banyak itu menjadi satu (1 Kor 10:17) sebab mengambil bagian dalam satu roti yang memberi hidup, yakni Yesus Kristus sendiri, yang wafat dan bangkit demi keselamatan dunia (PUMR 83). Terdapat dua makna simbolis dari ritus Pemecahan Roti. Pertama, sebagai lambang kesatuan, antara Gereja dengan Kristus maupun antara anggota Gereja sendiri. Kedua, sebagai lambang sengsara Kristus. Jadi, Anak Domba Allah yang dinyanyikan atau diucapkan oleh umat beriman itu, berfungsi sebagai pengiring tindakan pemecahan roti yang melambangkan kesengsaraan Kristus yang sedang dihadirkan.
Bersambung ... PENULIS.




