Seri 8
YESUS KRISTUS KEPENUHAN SABDA ALLAH
Sabda Allah yang terakhir dan penuh adalah Yesus Kristus. Allah berbicara kepada manusia melalui Putera-Nya ini (Ibrani 1:1-2), dalam diri-Nya Allah mengungkapkan segala sesuatu kepada manusia (St. Yohanes Salib). Pewahyuan diri Allah ini, membantu umat beriman dalam sejarah penyataan hidup Kristus sampai menjadi penuh. Kehendak Allah agar setiap orang diselamatkan dengan pengantaraan Kristus (1 Timotius 2:4), harus diwartakan kepada seluruh bangsa. Sebab itu, Allah telah memelihara penyataan Kristus ini dengan utuh untuk disebarluaskan kepada segala zaman. Dan, Kristus sendiri memerintahkan murid- murid-Nya untuk mengajarkan Injil (Matius 28:19-20; Markus 16:15).
Injil disebarkan dalam dua bentuk: (1) lisan, melalui pengajaran para murid, teladan yang baik, membangun institusi-institusi, para murid mewariskan apa yang mereka dengar dari Kristus atau yang diajarkan oleh Roh Kudus. (2) tertulis, melalui para murid dan orang lain (di bawah inspirasi Roh Kudus) menuliskan pesan Yesus ini ke dalam tulisan.
Para Rasul mendirikan Para Uskup sebagai penerus mereka dengan kuasa untuk mengajar. Pengajaran apostolik ini, diungkapkan dalam buku-buku inspiratif yang dipelihara melalui suksesi apostolik.
Pemeliharaan dan penyebarluasan pengajaran inilah yang disebut Tradisi Suci. Selanjutnya, tradisi disatukan dengan Kitab Suci. Pewahyuan Allah akan selalu tetap aktif dan hadir di dalam Gereja sebab Allah masih berbicara kepada Gereja, dan Roh Kudus tetap memimpin Gereja ke dalam kebenaran yang penuh.
Tradisi Suci dan Kitab Suci (yang saling terikat erat) mengalir dari satu sumber dan memiliki tujuan yang sama. Ialah membuat hadir Misteri Kristus yang selalu tetap dengan Gereja.
Kitab Suci adalah pembicaraan Allah ditulis di bawah nafas Roh Kudus. Tradisi Suci menyebarluaskan Sabda Allah kepada Gereja yang adalah penerus Para Rasul. Maka Gereja berasal dari kebenaran Kitab Suci dan Tradisi Suci, keduanya ini harus dihormati bersama.
Tradisi Suci lahir dari pengalaman Para Rasul yang belajar dari Yesus dan Roh Kudus. Para Rasul adalah generasi pertama Gereja yang telah menulis Perjanjian Baru. Perjanjian Baru sendiri memperlihatkan proses Tradisi Suci yang hidup. Kitab Suci harus dibedakan dari pelbagai bentuk Tradisi Suci (liturgi, teologi, dst..) yang bertumbuh dalam Gereja-Gereja lokal dan tunduk pada Magisterium Gereja.
Bersambung ... P. Tinus Sirken, O.S.C..




