Seri 36
PERISTIWA KEHIDUPAN YESUS KRISTUS
Peristiwa Natal. Dalam kemiskinan kelahiran Yesus (seturut kesaksian para gembala) kemuliaan surga, yaitu kemuliaan Allah dinyatakan. Penyanyi Romanos mengidungkannya demikian: “Perawan melahirkan Yang Abadi hari ini dan bumi menyediakan gua untuk dapat menghampiri.”
Menjadi anak yang masuk ke dalam kerajaan, mengisyaratkan kelahiran kembali (Yohanes 3:7). Yesus Kristus dilahirkan dari Allah (Yohanes 1:13) supaya menjadi anak Allah. Maka peristiwa Natal mengalami kepenuhan ketika Yesus Kristus dibentuk di dalam diri kita, artinya bila rupa Yesus Kristus menjadi nyata (Galatia 4:19) di dalam diri kita. Dengan demikian, peristiwa Natal adalah misteri pertukaran di mana “diri kita mengalami keilahian Kristus yang merendahkan diri-Nya sendiri untuk mengalami kemanusiaan kita” (Antifon Ibadat Sore 1 Januari).
Peristiwa Penyunatan Yesus, dilakukan pada hari kedelapan sesudah kelahiran-Nya (Lukas 2:21), tanda bahwa Yesus termasuk dalam keturunan Abraham dalam bangsa perjanjian, dan takluk pada hukum dan ditugaskan untuk ibadat Israel, yang dalamnya Yesus akan ambil bagian sepanjang hidup-Nya, partisipasi masa depan Yesus di dalam ibadat Israel. Inilah tanda yang memberi gambaran mengenai Sakramen Pembaptisan (Kolose 2:11-13).
Peristiwa Tiga Majus. Peristiwa Epifani yang antara lain: tiga majus, baptisan Yesus, dan pesta perkawinan di Kana. Peristiwa Epifani ini menyatakan Yesus sebagai Mesias Israel, Putra Allah dan Juruselamat dunia. Para majus mewakili agama-agama kafir yang akan menerima injil. Dengan kedatangannya ke Yerusalem, mereka dengan benar mencari di dalam bangsa Israel raja bangsa-bangsa. Hanya dengan berbalik ke Yahudi bangsa-bangsa kafir dapat menemukan Yesus. Semua bangsa adalah anggota keluarga para bapa bangsa dan mendapat “warisan martabat Israel”.
Peristiwa Perjumpaan di dalam Kenisah. Dengan mempersembahkan-Nya di kenisah, Yesus dinyatakan sebagai Putra sulung dari Tuhan. Perjumpaan-Nya dengan Simeon dan Anna melambangkan kesadaran Yesus sebagai terang bangsa-bangsa dan kemuliaan Israel. Pedang dukacita Maria meramalkan kematian Kristus akan menyelamatkan semua orang (Lukas 2:22-39).
Peristiwa Melarikan Diri Ke Mesir. Pembunuhan anak-anak tidak berdosa menyebabkan Yesus dilarikan ke Mesir dan menunjukkan perlawanan kegelapan terhadap cahaya: Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya (Yohanes 1:11). Kedatangan-Nya kembali mengingatkan keluaran dan memperkenalkan Yesus sebagai pembebas defenitif umat Allah (Matius 2:15).
Peristiwa Ketaatan Yesus Selama Tiga Puluh Tahun. Makna peristiwa ini adalah Yesus mengambil bagian dalam nasib kebanyakan manusia dan hidup sebagai seorang Yahudi yang taat kepada Allah. Ia taat kepada orang tua dan bertumbuh dalam kebijaksanaan dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia (Lukas 2:51-52).
Ketaatan Yesus adalah gambaran ketaatan-Nya kepada Bapa Surgawi dan antisipasi ketaatan-Nya kepada taman Getsemani. Melalui ketaatan, Ia memulihkan kembali ketidaktaatan Adam.
Melalui tindakan-tindakan kita sehari-hari, kita masuk ke dalam kemuridan dengan Yesus. “Rumah Yesus di Nazaret adalah sekolah, yang mengajarkan kita nilai dari keheningan, kehidupan keluarga, hukum penebusan kerja manusia” (Paus Paulus VI).
Peristiwa Pembaktian Kepada Bapa. Yesus tinggal di kenisah (satu-satunya peristiwa yang diberitakan Injil tentang tahun-tahun kehidupan Yesus yang tersembunyi) memperlihatkan pembaktian total-Nya kepada misi keilahian-Nya. Orang tua-Nya tidak mengerti secara penuh, jawaban Yesus “tidak tahukah bahwa saya harus melakukan pekerjaan Bapa-Ku?” (Lukas 2:41-52).
Bersambung ... P. Tinus Sirken, O.S.C..




