Seri 33
KODRAT MANUSIAWI KRISTUS
Dalam dokumen Gaudium et Spes 22,2 mengajarkan bahwa kodrat manusiawi Kristus diterima bukannya dienyahkan. Berarti bahwa Gereja mengajarkan realitas penuh dari tubuh dan jiwa manusiawi Kristus (dengan akal budi dan kehendak-Nya). Begitu pula kodrat manusiawi Kristus menjadi Putra Allah. Maksudnya, tindakan-tindakan Kristus di dalam kodrat manusiawi-Nya berasal dari kesatuan Tritunggal. Berarti melalui kodrat manusiawi-Nya, Kristus mengkomunikasikan cara keberadaan dalam kesatuan Tritunggal. Jadi, dokumen Gaudium et Spes 22,2 ini sesungguhnya mengajarkan bahwa, sebagai Putra Allah, Kristus bertindak dengan kehendak manusiawi dan mengasihi dengan hati manusiawi.
Berlawanan dengan ajaran Gereja ini, heresi Apolinarius berpendapat bahwa Kristus tidak memiliki jiwa manusiawi karena telah digantikan oleh Sabda. Melawan pandangan heresi Apolinarius ini, Gereja mengakui dan mengajarkan bahwa Putra Abadi juga menerima jiwa manusiawi yang berakal budi. Pengetahuan manusiawi ini dibatasi dan digunakan dalam konteks sejarah. Kristus bertumbuh dalam kebijaksanaan dan belajar dari pengalaman-pengalaman manusiawi, Kristus mengambil rupa seorang hamba (Filipi 2:7).
Melalui kesatuan, Sabda menganal apa yang dikehendaki Allah, khususnya dalam pengenalan-Nya tentang Allah (Markus 14:36) dan mengetahui dalam hati-Nya rahasia pikiran dan hati manusia (Markus 2:8). Kristus mengetahui rencana abadi sepenuhnya, yang mana Ia telah datang untuk menyatakannya. Ia tidak tahu apa yang ditugaskan bagi Dia untuk menyatakan (seperti, masa dan waktu, pembaharuan Kerajaan untuk Israel (Kisah Rasul 1:7).
Menurut kodrat-Nya Kristus mempunyai dua macam kehendak, yaitu kehendak ilahi dan manusiawi. Keduanya tidak bertentangan satu sama lain, melainkan bekerjasama sedemikian sehingga Sabda yang telah menjadi manusia dalam ketaatan-Nya sebagai manusia terhadap Bapa-Nya dan Roh Kudus. Kehendak manusiawi Kristus patuh dan tidak melawan dan tidak menentang tetapi menyesuaikan diri dengan kehendak-Nya yang ilahi dan mahakuasa.
Tubuh Kristus, yang sesungguhnya manusiawi, terbatas. Oleh karena itu, wajah-Nya yang manusiawi dapat digambarkan dengan terang di depan kita. Gereja mengakui, melalui Tubuh Yesus “kita memandang Allah yang dibuat kelihatan dan kita dapat menerima kasih Allah yang tidak bisa kita lihat. Umat beriman yang menghormati gambar-Nya, menghormati Pribadi yang digambarkan di dalamnya.
Rasul Paulus mengakui bahwa, Putra manusia mengenal aku dan memberikan diri-Nya kepadku (Galasia 2:20). Sebab Kristus mengasihi setiap orang dengan hati manusiawi, Hati-Nya ini ditembusi dosa kita manusia dan demi keselamatan kita manusia dilihat sebagai tanda pengenal paling ampuh untuk segala keberadaan manusiawi.
Bersambung ... P. Tinus Sirken, O.S.C..




