DOSA ASAL
Dosa pertama manusia ialah manusia mendahulukan dirinya sendiri, dan mengabaikan Allah. Membiarkan Allah Pencipta mati di dalam hatinya. Manusia menyalahgunakan kebebasan diri dan tidak mematuhi perintah Allah. Akibat-akibat dari ketidaktaatan pertama ini membawa malapetaka.
Adam dan Hawa langsung kehilangan rahmat kesucian asli dan menjadi takut akan Allah. Inilah awal mula kematian dibuat masuk ke dalam sejarah hidup manusia. Dosa memasuki dunia dan melalui dosa terjadilah kematian (Roma 5:12).
Dosa membanjiri sejarah manusia dan bahkan masuk Perjanjian Allah dengan Israel. Maka dosa universal yaitu manusia menolak mengakui Allah sebagai dasar hidupnya. Manusia telah membuat rusak keterarahannya yang sejati kepada tujuannya yang terakhir, begitu pula seluruh hubungannya yang sesungguhnya dengan diri sendiri, dengan sesama manusia, dan dengan segenap ciptaan (Gaudium et Spes 13,1).
Dosa itu diteruskan kepada seluruh umat manusia melalui pembiakan yaitu penerusan kodrat manusia yang sudah kehilangan kesucian dan keadilan asli.
Namun kodrat manusia tidak rusak sama sekali, tetapi hanya dilukai dalam kekuatan alaminya. Manusia takluk kepada kelemahan pikiran, kesengsaraan dan kekuasaan maut dan condong kepada dosa. Kecondongan kepada yang jahat ini dinamakan “concupiscentia.” Pembaptisan menghapus dosa asal dan mengarahkan manusia kepada Allah lagi, tetapi akibat-akibat terhadap kodrat, yang sudah diperlemah dan cenderung kepada yang jahat, tetap tinggal dalam manusia dan mengharuskan kita untuk berjuang secara rohani.
Dosa asal memberi pandangan jelas mengenai keadaan manusia dan tindakannya di dunia ini. Meskipun manusia tetap tinggal bebas, dosa asal menghantar manusia kepada perhambaan di bawah kekuasaan maut (Konsili Trente). Manusia memiliki kodrat yang terluka dan condong kepada yang jahat, akan mengakibatkan kekeliruan yang buruk dalam bidang pendidikan, politik, tingkah laku sosial dan kesusilaan.
Dosa asal dan dosa pribadi menempatkan dunia ke dalam keadaan dosa, inilah “dosa dunia” (Yohanes 1:29). Dengan istilah ini orang menggambarkan pengaruh negatif atas diri manusia oleh situasi dan struktur kemasyarakatan yang adalah akibat dari dosa manusia.
Situasi dramatis seluruh dunia ini, yang berada di bawah kekuasaan si jahat (1 Yohanes 5:19), membuat kehidupan manusia menjadi suatu perjuangan. Manusia berjuang dan hanya dengan bantuan rahmat Allah, manusia mampu mencapai kesatuan dalam dirinya (Gaudium et Spes 37,2).
Sesudah dosa asal, Allah masih memanggil manusia dan menjanjikan kemenangan. Allah mengumumkan akan datang Mesias Penyelamat. Allah menjanjikan Kristus sebagai “Adam Baru” yang oleh ketaatan-Nya sampai mati di salib untuk memulihkan ketidaktaatan “Adam Pertama.” Sementara Maria dipandang sebagai “Hawa Baru” yang memulihkan ketidaktaatan “Hawa Lama.” Santo Leo Agung mengatakan: Kristus memberikan kita rahmat yang tidak terlukiskan daripada setan menghilangkan rahmat itu dari kita. Sesudah dosa masih terdapat kemungkinan pengangkatan kodrat.
Santo Thomas Aquinas mengatkan: Allah hanya membiarkan yang jahat itu terjadi, untuk menghasilkan darinya sesuatu yang lebih. Di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah (Roma 5:20).
Bersambung ... P. Tinus Sirken, O.S.C..




