Seri 24
ALLAH BEKERJA
Secara simbolis Kitab Suci menggambarkan Allah bekerja selama enam hari dan “beristirahat” pada hari ketujuh. Ini mengajarkan kita kebenaran-kebenaran yang perlu kita tahu demi keselamatan kita. Semua ciptaan mengenal dan mengungkapkan eksistensi Allah ini karena berasal dari Allah. Ini mendorong kita untuk mengakui sedalam-dalamnya makna, nilai, dan tujuan dari segenap makhluk ciptaan, ialah demi kemuliaan Allah (Lumen Gentium 36).
Sebab Allah melihat segala yang diciptakan adalah baik, setiap makhluk ciptaan memiliki kebenaran dan kebaikan. Sebab itu, manusia harus menghormati ciptaan Allah dan menghindari segala tindakan yang mendatangkan kehancuran bagi manusia dan alam lingkungannya.
Ketergantungan makhluk-makhluk satu sama lain dikehendaki Allah. Semua keanekaan dan ketidaksamaan yang tidak terhitung banyaknya itu mengatakan bahwa tidak ada satu makhluk pun yang mencukupi dirinya sendiri. Makhluk-makhluk ada dalam ketergantungan satu sama lain untuk saling melengkapi dalam pelayanan timbal-balik.
Kesatuan ini membawa keindahan alam semesta. Keindahan ciptaan mencerminkan keindahan Pencipta yang tidak terbatas. Keindahan ini harus membangkitkan rasa hormat dan menggerakan manusia supaya menundukkan akal budi dan kehendaknya kepada Pencipta.
Enam hari penciptaan (dari yang kurang sempurna kepada yang lebih sempurna) memperlihatkan hirarki makhluk-makhluk. Manusia lebih berharga daripada banyak burung pipit (Lukas 12:6-7) dan manusia lebih berharga daripada seekor domba (Matius 12:12). Kitab Suci memperlihatkan bahwa manusia adalah puncak dari segala ciptaan dan dibedakan dari segala yang diciptakan (Kejadian 1:26). Antara semua makhluk terdapat suatu solidaritas, karena semua diciptakan oleh Allah, sebab itu, semua makhluk diarahkan kepada kemuliaan-Nya (Santo Fransiskus Asisi).
Pada hari ketujuh Allah telah menyelesaikan pekerjaan yang dilakukan-Nya. Demikianlah langit dan bumi diselesaikan, berhentilah Allah pada hari ketujuh, dan Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskan-Nya (Kejadian 2:1-3). Tujuan penciptaan ialah Sabat oleh sebab itu, penyembahan Allah telah tertulis dalam penciptaan. Memelihara Sabat sesuai dengan kebijaksanaan dan hukum Allah.
Hari ketujuh menyelesaikan ciptaan pertama, tetapi hari kedelapan (Kebangkitan Kristus) mulailah penciptaan baru. Dengan demikian, karya penciptaan berpuncak pada karya penebusan yang lebih besar lagi. Ciptaan pertama mendapat arti dan puncaknya dalam penciptaan baru dalam Kristus, yang melampaui yang pertama dalam kecemerlangan (bdk. Buku Misale Romanum Malam Paskah: Doa sesudah bacaan pertama).
Bersambung ... P. Tinus Sirken, O.S.C..




