Seri 21
BAPA DAN PENCIPTAAN
Rencana keselamatan mulai dari penciptaan dan berpuncak dalam Kristus yang menyatakan rencana kemuliaan Allah dalam penciptaan baru melalui Diri-Nya (Roma 8:18-23).
Penciptaan menjadi dasar bagi kehidupan manusia dan kehidupan Kristian, sebab merupakan jawaban iman atas pertanyaan-pertanyaan dasar yang dihadapi manusia segala zaman: Dari mana manusia berasal? Untuk apa manusia hidup di dunia ini? Ke mana manusia akan pergi setelah kematian? Atau dari mana asal segala sesuatu yang ada? Dan ke mana arahnya? Pertanyaan-pertanyaan ini sangat menentukan arti dan orientasi kehidupan dan perbuatan manusia dan makhluk ciptaan lain.
Tantangan konkrit bagi iman Kristen datang dari pemikiran-pemikiran seperti berikut: dunia adalah Allah, artinya, alam semesta dan Allah adalah sama (Panteistis); dunia berasal dari dua sumber, baik dan jahat (Dualistis dan Manikeistis); dunia diciptakan oleh Allah yang tidak sempurna (Gnosistis); Allah
menciptakan tetapi tidak tertarik terus kepada dunia (Deistis); dan
dunia hanyalah materi (Materialistis).
Menanggapi semua itu, pengetahuan manusia dapat memberikan tanggapan-tanggapan. Manusia dapat mengenal eksistensi Allah dengan kepastian bahkan bila pengetahuan manusia dikaburkan oleh kesalahan. Pengertian yang penuh datang ketika argument-argumen itu dibantu dengan iman. Kita beriman bahwa alam semesta telah dijadikan oleh Sabda Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat (Ibrani 11:3).
Pewayuan mengenai penciptaan dan perjanjian Allah dengan Israel tidak dapat dipisahkan sebab Penciptaan adalah langkah pertama Allah kepada Perjanjian. Penciptaan Allah ini diungkapkan dalam kesaksian para nabi Israel, liturgi dan kitab kebijaksanaan.
Bersambung ... P. Tinus Sirken, O.S.C..




