Seri: 19
Mengunjukan Persembahan Roti dan Anggur
Pengunjukan Bahan Persembahan Roti dan Anggur
Imam selebran utama, berdiri di belakang altar, mengambil patena dengan roti di atasnya, lalu mengangkatnya sedikit sambil berdoa dengan suara lantang: Terpujilah Engkau, ya Tuhan, Allah semesta alam, sebab dari kemurahan-Mu kami menerima roti yang kami siapkan ini. Inilah hasil dari bumi dan dari usaha manusia yang bagi kami akan menjadi roti kehidupan. Dan umat menanggapi dengan suara lantang: Terpujilah Allah selama-lamanya. Kemudian, ia menaruh patena di atas korporale. Sesudah itu, imam menuangkan anggur dan sedikit air ke dalam piala. Lalu ia mengangkat piala (sedikit) sambil berdoa dengan suara lantang: Terpujilah Engkau, ya Tuhan, Allah semesta alam, sebab dari kemurahan-Mu kami menerima anggur yang kami siapkan ini. Inilah hasil dari pohon anggur dan dari usaha manusia yang bagi kami akan menjadi minuman rohani. Dan umat pun dengan suara lantang menyerukan: Terpujilah Allah selama-lamanya. Kemudian, ia menaruh piala di atas korporale, membungkuk khidmat dan berdoa dengan suara lembut: Dengan rendah hati dan tulus, kami menghadap kepada-Mu, ya Allah, Bapa kami. Terimalah kami, dan semoga persembahan yang kami siapkan ini berkenan pada-Mu.
Arti Mengunjukan Persembahan Roti dan Anggur
Dalam doa pengunjukan persembahan ini, selebran utama mengingatkan kita akan kebaikan Allah kepada manusia: melalui roti
yang berasal dari gandum yang ditanam di bumi dibuat menjadi roti melalui tangan-tangan manusia dan akan diubah menjadi roti kehidupan; melalui anggur berasal dari buah anggur yang tumbuh di kebun anggur, dibuat menjadi anggur melalui tangan-tangan manusia dan akan diubah menjadi piala keselamatan kita. Kita menyerahkan kembali roti dan anggur kepada Allah tanda syukur hati kita dan Allah mengambil persembahan kita ini, memberikan kembali kepada kita sebagai Tubuh dan Darah dari Putera-Nya yang akan menghidupkan.
Arti Percampuran Air Dengan Anggur
Tindakan imam selebran atau diakon mencampur sedikit air ke dalam anggur dan dengan suara lembut (suara dalam hati) mengucapkan doa: (Per huius aquae) Sebagaimana dilambangkan oleh percampuran air dan anggur ini, semoga kami boleh mengambil bagian dalam keallahan Kristus, yang telah berkenan menjadi manusia seperti kami. Tata gerak dan rumusan doa ini mengungkapkan makna rahasia kebenaran inkarnasi yang terwujud secara nyata dalam Perayaan Ekaristi, yaitu Sabda menjadi daging, Allah menjelma menjadi manusia dalam diri Kristus. Kita yang manusiawi (= air) dipersatukan dengan Kristus yang ilahi (= anggur), supaya manusia boleh berpartisipasi dalam hidup ilahi. Maka terdapat tiga makna tersirat dalam tindakan percampuran air dan anggur ini: pertama dalam diri Kristus ada martabat manusiawi dan ilahi sekaligus; kedua mengambarkan air dan darah yang secara bersamaan tumpah dari tubuh Kristus; dan akhirnya percampuran air dan anggur sebagai simbol persatuan antara Gereja dengan Kristus.
Bersambung ... Pst. Tinus Sirken, O.S.C..




