Seri 5
DOA
Misteri iman. Gereja mengakui misteri iman dalam syahadat para Rasul dan merayakannya dalam liturgi sakramen-sakramen, supaya kehidupan umat beriman dalam Roh Kudus ditata menjadi serupa Kristus. Umat beriman percaya kepada misteri iman ini, merayakannya dan hidup darinya dalam satu hubungan hidup dan pribadi dengan Allah. Hubungan yang dimaksudkan ini adalah DOA.
Doa sebagai anugerah Allah. Doa adalah pengangkatan jiwa kepada Allah atau permohonan kepada Allah demi hal-hal baik. Dasar doa adalah kerendahan hati di depan Allah. Santo Agustinus menegaskan bahwa manusia adalah seorang pengemis di depan Allah (Sermon 56,6,9).
Doa sebagai perjanjian. Doa Kristen adalah hubungan perjanjian antara Allah dan manusia di dalam Kristus. Kristus adalah tindakan Allah dan tindakan manusia. Kristus berasal dari Roh Kudus dan dari kita. Dalam persatuan dengan kehendak manusiawi Putra Allah terjelma. Doa mengarahkan diri sepenuhnya kepada Bapa.
Doa sebagai persekutuan. Doa adalah hubungan yang hidup anak-anak Allah dengan Bapanya yang tidak terhingga baiknya, bersama Putra-Nya Yesus Kristus dan dengan Roh Kudus. Rahmat Kerajaan Allah adalah persatuan seluruh Tritunggal Mahakudus dengan seluruh jiwa manusia. Kehidupan doa berarti kita selalu berada dalam hadirat Allah dan dalam persekutuan dengan Allah. Persekutuan hidup ini memang selalu mungkin, karena melalui pembaptisan kita sudah menjadi satu dengan Kristus. Doa merupakan persekutuan dengan Kristus dan menyebar luas dalam Gereja (Tubuh Kristus)
Bersambung ... P. Tinus Sirken, O.S.C..




