Seri 15
RABU ABU
Rabu Abu adalah hari pertama dari Masa Prapaskah. Pada hari permulaan Masa Prapaskah ini kita hadir di gereja dan salib ditandai pada dahi kita dengan abu. Abu dibuat dari pembakaran daun-daun palma yang dipakai dalam perayaan Hari Minggu Palma pada tahun sebelumnya. Seperti imam menandai salib dengan abu pada dahi umat beriman dengan mengucapkan rumusan iman “bertobatlah dan percayalah kepada Injil” (Markus 1:15) atau “ingatlah, kita ini abu dan akan kembali menjadi abu” (Kejadian 3:19). Ini berarti kehidupan dan kemanusiaan diri kita adalah rapuh dan tidaklah abadi. Maka abu melambangkan kerapuhan dan keterbatasan kemanusiaan diri. Salib melambangkan panggilan diri kita selama Masa Prapaskah ini untuk memohon pengampunan Allah atas dosa dan salah diri kita. Dan kita percaya bahwa Allah yang Maha Rahim akan mengampuni perbuatan dosa dan salah kita dengan pengantaraan Yesus Kristus Putera-Nya yang tersalib.
Bacaan Injil pada Rabu Abu menyoroti tiga kegiatan atau tindakan yang membantu kita untuk memelihara Prapaskah: (1). Berdoa. Berdoa ialah berbicara kepada Allah dan mendengarkan Allah. Selama Masa Prapaskah kita diminta untuk melakukan suatu usaha ekstra untuk berdoa lebih; (2). Berpuasa. Selama Masa Prapaskah kita diminta untuk mencoba melakukan hal-hal yang istimewa tanpa kita memberikan diri kepada hal-hal yang mungkin atau menghalangi kita dari hidup yang lebih baik; (3). Beramal. Selama Masa Prapaskah kita diminta untuk memberikan sesuatu yang kita miliki kepada sesama lain. Tindakan melakukan kebajikan kepada sesama ini dalam keragaman bentuk, antara lain, memilih untuk memberi materi atau memberi waktu mereka.
Bacaan Injil pada Rabu Abu menyoroti tiga kegiatan atau tindakan yang membantu kita untuk memelihara Prapaskah: (1). Berdoa. Berdoa ialah berbicara kepada Allah dan mendengarkan Allah. Selama Masa Prapaskah kita diminta untuk melakukan suatu usaha ekstra untuk berdoa lebih; (2). Berpuasa. Selama Masa Prapaskah kita diminta untuk mencoba melakukan hal-hal yang istimewa tanpa kita memberikan diri kepada hal-hal yang mungkin atau menghalangi kita dari hidup yang lebih baik; (3). Beramal. Selama Masa Prapaskah kita diminta untuk memberikan sesuatu yang kita miliki kepada sesama lain. Tindakan melakukan kebajikan kepada sesama ini dalam keragaman bentuk, antara lain, memilih untuk memberi materi atau memberi waktu mereka.
Bersambung ... P. Tinus Sirken, O.S.C..




