Seri
MASA PRAPASKAH
Masa Prapaskah mengalir dari dan berpuncak pada peristiwa sengsara, wafat dan kebangkitan Tuhan, disebut tiga hari Paskah (Tridum Paskah). Setiap saat (Kita = Gereja) merayakan Ekaristi senantiasa mengenangkan dan menghadirkan peristiwa sengsara, wafat, dan kebangkitan Tuhan ini. Masa Prapaskah mengalir dari Tridum Paskah dan berpuncak pada Tridum Paskah.
Dan elemen utama dari Tridum Paskah (Kamis Suci, Jumat Suci, dan Sabtu Suci), tiga hari Paskah adalah Malam Paskah (Easter Vigil). Pada malam Paskah, Gereja tidak hanya merayakan peristiwa Kebangkitan Tuhan tetapi juga Gereja merayakan hidupbaru melalui peristiwa Sakramen Pembaptisan. Maka perayaan Malam Paskah, terdiri dari elemen-elemen (upacara cahaya, liturgi sabda, liturgi baptisan, liturgi ekaristi). Jadi, gambaran atau pemahaman dasar Gereja mengenai Masa Prapaskah dan Tridum Paskah berasal dari tradisi jemaat perdana sehubungan dengan Sakramen Pembaptisan. Dengan kata lain, Masa Prapaskah merupakan masa tobat dan masa persiapan pembaptisan.
Sementara Paskah merupakan permenungan Gereja mengenai Perayaan Sakramen.Masa Prapaskah mulai pada hari Rabu Abu dan berakhir sebelum perayaan peringatan Perjamuan Malam terakhir Tuhan Yesus bersama murid-murid-Nya pada hari Kamis Suci. Pengenangan ini biasa dibicarakan sebagai keabadian dari empat puluh hari Masa Prapaskah. Kita merefleksikan apa yang diwartakan Injil kepada Gereja mengenai Yesus yang menghabiskan empat puluh hari siang dan malam di padang gurun demi menyiapkan diri untuk rencana Allah yang menghendaki diri- Nya untuk bekerja di dunia (Mat 4: 1-11).
Jadi, Masa Prapaskah merupakan masa penting bagi setaiap anggota Gereja untuk menyiapkan Paskah. Dua tema pokok dalam Masa Prapaskah yaitu, sebagai persiapan Pembaptisan dan Pertobatan. Kedua tema ini saling berhubungan secara dekat.
Dalam Pembaptisan dosa kita disucikan. Selama Prapaskah kita diteguhkan untuk berefleksi tentang bagaimana kita yang telah bersalah atau berdosa supaya kembali berprilaku sesuai dengan janji yang dibuat dalam Pembaptisan dan mencari rekonsiliasi melalui Sakramen Tobat dan Rekonsiliasi sebelum merayakan Paskah.
Selama Masa Prapaskah warna liturgi adalah ungu. Dalam Masa Prapaskah ini kita berefleksi mengenai Masa Prapaskah sebagai masa pengosongan diri atau mengalahkan kejahatan dosa yang bersarang dalam diri. Maka dekorasi atau hiasan-hiasan bunga-bunga pada umumnya tidak dipakai dalam tempat ibadat., dan dalam liturgi kita ‘berpuasa’ menyanyanyikan ‘Alleluia’.
Bersambung ... P. Tinus Sirken, O.S.C..




