Seri: 17
LITURGI EKARISTI
Gereja Bersyukur Bersama Kristus Tuhan
Menghadirkan Kristus Kini dan Di Sini
Dalam Perjamuan Malam Terakhir Yesus menetapkan Kurban Paskah dan perjamuan makan, melaluinya Kurban Salib terus-menerus dihadirkan di dalam Gereja. Imam menghadirkan Yesus Kristus Tuhan kita, setiap saat dirinya melakukan apa yang dibuat Tuhan sendiri dan diwariskan kepada murid-murid-Nya sebagai kenangan akan Dia. Ialah imam menghadirkan tindakan Yesus dalam perjamuan itu: mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkan roti dan memberikan roti itu kepada murid-murid-Nya, seraya berkata, ambilah dan makanlah, inilah Tubuh-Ku yang diserahkan bagimu. Demikian pula imam mengikuti Yesus: mengambil piala, mengucap syukur, mengedarkan piala itu kepada murid-murid-Nya seraya berkata, ambilah dan minumlah inilah darah-Ku, darah perjanjian baru dan kekal yang ditumpahkan bagimu dan bagi semua orang demi pengampunan dosa. Imam, kemudian, menuturkan kembali pesan Yesus: Lakukanlah ini untuk mengenangkan Daku. Dari kata-kata dan tindakan-tindakan Yesus, yang diaktualisaksikan oleh imam inilah bermakna, Gereja membentuk Liturgi Ekaristi.
Kata-kata dan tindakan-tindakan Yesus Kristus inilah yang menjiwai dan mendasari susunan Liturgi Ekaristi, berikut: Pertama: Persiapan Persembahan, roti dan anggur, dan air (materi yang sama yang diambil Yesus dengan tangan-Nya sendiri) dibawa ke altar. Kedua: Doa Syukur Agung, diarahkan kepada Allah Bapa atas seluruh karya penyelamatan, dan kepada Allah dipersembahkan roti dan anggur yang menjadi Tubuh dan Darah Kristus. Ketiga: Pemecahan Roti dan Komuni bermakna, umat beriman meskipun banyak, menerima dari satu roti (Tubuh Tuhan) dan dari satu piala (Darah Tuhan), sama seperti para murid menerimanya dari tangan Tuhan sendiri [PUMR 72].
Jadi, makna Ekaristi adalah Tubuh Kristus yang dibagi-bagikan sebagai makanan rohani dan Darah Kristus yang diedarkan sebagai minuman rohani memberi hidup bagi umat beriman. Sebab itu Liturgi Ekaristi merupakan jantung atau nadi dari keseluruhan Perayaan Ekaristi demi mengenangkan dan mengaktualisasikan perintah Yesus “Lakukanlah Ini Untuk Mengenangkan Daku.” Singkat kata, tindakan-tindakan dan perkataan-perkataan Yesus inilah, yang dikenangkan dan dihadirkan terus-menerus dalam ritus – gerak, kata – kita anggota Tubuh Mistik Kristus yaitu Gereja. Maka, Ekaristi adalah tindakan diri Kristus (sebagai kepala tubuh) bersama dengan Gereja-Nya (anggota tubuh mistik Kristus), Doa Sesudah Komuni.
Bersambung ... P. Tinus Sirken, O.S.C..




