Seri: 15
Pernyataan Iman Gereja (Syahadat)
Pernyataan Iman Gereja
Maksud dari Symbolum atau Pernyataan Iman atau Syahadat dalam perayaan Ekaristi ialah agar seluruh umat yang berhimpun dapat menanggapi Sabda Allah yang dimaklumkan dalam bacaan-bacaan Kitab Suci dan dijelaskan dalam homili. Juga agar umat beriman mengenang dan mengakui misteri-misteri keagungan iman melalui pengungkapan pokok-pokok iman, sebelum misteri-misteri itu dirayakan dalam Ekaristi [PUMR 67].
Cara Membawakan Dan Tata Gerak Tubuh
Seluruh umat berdiri untuk mengungkapkan pernyataan iman Gereja secara bersama. Pernyataan Iman ini dilagukan atau diucapkan oleh imam bersama dengan umat pada hari-hari Minggu dan hari-hari raya, juga pada perayaan-perayaan khusus yang meriah. Jika dilagukan, maka diawali oleh imam atau jika cocok oleh solis atau paduan suara, selanjutnya oleh umat bersama sama, atau silih berganti antara umat dan paduan suara [PUMR 68]. Jadi bukanlah diucapkan secara bergantian antara imam selebran dan umat. Imam selebran (hanya) mengajak umat supaya bersama-sama menyatakan iman bersama. Seluruh umat bersama-bersama membungkuk khidmat, pada saat mengucapkan kata-kata: …et incarnatus est… – Ia dikandung dari Roh Kudus dilahirkan oleh Perawan Maria dan menjadi manusia. Sedangkan, pada saat Hari Raya Kabar Sukacita dan Hari Raya Natal, seluruh umat bersama-sama berlutut pada saat mengucapkan rumusan iman tersebut [PUMR 137].
Cara Lain Membawakan Dan Tata Gerak Tubuh
Kita juga menyatakan iman (para rasul) ini dengan menggunakan rumusan Pembaharuan Janji Baptis dari Malam Paskah sebagai satu cara lain dalam mengungkapkan iman Gereja kepada Allah, dengan tanya jawab antara imam dan umat:
Pemimpin: percayakah saudara-saudar akan Allah, Bapa yang maha kuasa pencipta surga dan bumi?
Umat : Saya percaya.
Pemimpin : Percayakah saudara-saudara akan Yesus Kristus, Putera Allah yang tunggal, Tuhan kita,yang dilahirkan oleh Perawan Maria; yang menderita sengsara, wafat dan dimakamkan; yang bangkit dari antara orang mati, dan naik ke surga duduk di sebelah kanan Bapa yang maha kuasa?
Umat : Saya Percaya.
Pemimpin : Percayakah saudara-saudara akan Roh Kudus, Gereja Katolik yang kudus, persekutuan para kudus, pengampunan dosa, kebangkitan badan dan kehidupan kekal?
Umat : Saya percaya.
Maksud dari Symbolum atau Pernyataan Iman atau Syahadat dalam perayaan Ekaristi ialah agar seluruh umat yang berhimpun dapat menanggapi Sabda Allah yang dimaklumkan dalam bacaan-bacaan Kitab Suci dan dijelaskan dalam homili. Juga agar umat beriman mengenang dan mengakui misteri-misteri keagungan iman melalui pengungkapan pokok-pokok iman, sebelum misteri-misteri itu dirayakan dalam Ekaristi [PUMR 67].
Cara Membawakan Dan Tata Gerak Tubuh
Seluruh umat berdiri untuk mengungkapkan pernyataan iman Gereja secara bersama. Pernyataan Iman ini dilagukan atau diucapkan oleh imam bersama dengan umat pada hari-hari Minggu dan hari-hari raya, juga pada perayaan-perayaan khusus yang meriah. Jika dilagukan, maka diawali oleh imam atau jika cocok oleh solis atau paduan suara, selanjutnya oleh umat bersama sama, atau silih berganti antara umat dan paduan suara [PUMR 68]. Jadi bukanlah diucapkan secara bergantian antara imam selebran dan umat. Imam selebran (hanya) mengajak umat supaya bersama-sama menyatakan iman bersama. Seluruh umat bersama-bersama membungkuk khidmat, pada saat mengucapkan kata-kata: …et incarnatus est… – Ia dikandung dari Roh Kudus dilahirkan oleh Perawan Maria dan menjadi manusia. Sedangkan, pada saat Hari Raya Kabar Sukacita dan Hari Raya Natal, seluruh umat bersama-sama berlutut pada saat mengucapkan rumusan iman tersebut [PUMR 137].
Cara Lain Membawakan Dan Tata Gerak Tubuh
Kita juga menyatakan iman (para rasul) ini dengan menggunakan rumusan Pembaharuan Janji Baptis dari Malam Paskah sebagai satu cara lain dalam mengungkapkan iman Gereja kepada Allah, dengan tanya jawab antara imam dan umat:
Pemimpin: percayakah saudara-saudar akan Allah, Bapa yang maha kuasa pencipta surga dan bumi?
Umat : Saya percaya.
Pemimpin : Percayakah saudara-saudara akan Yesus Kristus, Putera Allah yang tunggal, Tuhan kita,yang dilahirkan oleh Perawan Maria; yang menderita sengsara, wafat dan dimakamkan; yang bangkit dari antara orang mati, dan naik ke surga duduk di sebelah kanan Bapa yang maha kuasa?
Umat : Saya Percaya.
Pemimpin : Percayakah saudara-saudara akan Roh Kudus, Gereja Katolik yang kudus, persekutuan para kudus, pengampunan dosa, kebangkitan badan dan kehidupan kekal?
Umat : Saya percaya.
Bersambung ... P. Tinus Sirken, O.S.C.




