SERI 09
Mendengarkan Allah Berbicara Dari Meja Sabda
Dari Meja Sabda Yang Satu Dan Sama Selama pembacaan Kitab Suci, yang lebih utama adalah konsentrasi umat “mendengarkan Sabda Allah yang sedang dikumandangkan, diwartakan, diproklamasikan dari meja Sabda, yakni mimbar atau ambo (PUMR 58). Lektor pembaca bacaan Kitab Suci itu sedang menghadirkan Allah atau Kristus yang berbicara melalui mulutnya. Bila Allah sedang berbicara atau berkomunikasi kepada kita, pantaslah diri kita memandang dan mendengarkan. Itulah cara terbaik untuk menyimak kata-kata Allah. Maka Kitab Suci milik pribadi tidak perlu dibacakan selama berlangsungnya Liturgi Sabda. Bahkan selebaran atau warta mingguan paroki (yang berisikan bacaan Kitab Suci yang telah dicopy dan di bagikan) tidaklah dimaksudkan untuk dibacakan selama berlangsungnya pembacaan Kitab Suci dari Meja Sabda. Sebab tidak mampu memenuhi fungsi liturgis dari suara Allah yang datang dari Meja Sabda. Selebaran atau warta paroki yang berisi bacaan dan doa-doa Misa itu sebaiknya hanyalah dibaca untuk persiapan sebelum perayaan. P. Faustinus Sirken, OSC




