Seri: 07
Doa Pembuka

Doa Pembuka
Imam selebran telah menyatukan kita ke dalam perayaan Ekaristi dengan Tanda Salib, Salam, dan Pengantar singkat. Kita diantar ke dalam kesadaran diri mengakui kesalahan dan memohon pengampunan belas kasihan Allah bagi dosa dan kerapuhan kemanusiaan diri. Kita memberikan pujian kepada Allah atas kebaikanNya melalui Madah Kemuliaan. Semua ritus pembuka itu kita simpulkan dalam Doa Pembuka, yang dibawakan imam selebran yang mengatas namakan komunitas beriman: ‘Marilah kita berdoa’ ('Oremus'), lalu semua yang hadir bersama imam selebran hening sejenak untuk menyadari kehadiran Tuhan, sambil setiap pribadi dalam batin mengungkapkan doa atau intensi masing-masing. Selaras dengan tradisi Gereja, imam selebran pertama-tama menyapa Allah Bapa, dengan pengantaraan Putera, dalam Roh Kudus, kemudian, ia mengungkapkan isi Doa Pembuka (“collecta”) yang mengungkapkan inti perayaan liturgi hari bersangkutan. Imam selebran mengakhiri doa komunitas ini dengan konklusi trinitaris. Dan segenap umat beriman memadukan hatinya dalam doa sebagai doa mereka sendiri dengan aklamasi 'Amin'.
Isi Doa Pembuka
Isi doa pembuka meliputi:
[a] anaklesis: sebutan untuk Allah;
[b] anamnesis:apa yang sedang kita rayakan pada saat atau hari itu (misteri/tema perayaan);
[c] epiklesis: permohonan atau petisi yang disampaikan;
[d] doksologi: pujian kepada Allah Bapa dengan pengantaraan Putera-Nya, dalam persatuan dengan Roh Kudus (konklusi trinitaris) dan persetujuan umat (“Amin”).
Patut diingatkan kepada para imam supaya tetap mempertahankan konklusi trinitaris (dan bukan konklusi kristologis!). Selain dalam Doa Pembuka, konklusi doksologis trinitaris juga digunakan untuk mengakhiri Doa Syukur Agung.
Bersambung ... … …
P. Tinus Sirken, OSC




