Seri: 06
MADAH KEMULIAAN
Kata gloria artinya kemuliaan, adalah madah yang sering kita nyanyikan (kadang kala kita ucapkan) dalam Misa. Lewat madah Kemuliaan ini Gereja berkumpul atas dorongan Roh Kudus memuji Allah Bapa dan Anak domba Allah (Kristus Tuhan), serta memohon belaskasihan-Nya. Kemuliaan dinyanyikan atau diucapkan pada Hari-hari Raya dan Pesta, pada perayaan-perayaan meriah, dan setiap Hari Minggu di luar Masa Adven dan Pra-Paskah.
Makna liturgis dari madah kemuliaan ini diilhami oleh nyanyian para malaikat di Betlehem, pada saat kelahiran Yesus (Lukas 2: 14). Gereja ikut menyanyikan dengan maksud memuji Allah Bapa dan Putera-Nya dalam liturgi. Dan Roh Kudus sendirilah yang mendorong kita umat beriman untuk memuliakan Allah Bapa, Putera, dan Roh Kudus. Pujian ini terasa pas juga untuk menyertai permohonan belas kasihan dari Allah. Madah Kemuliaan ini membantu menciptakan suasana liturgi yang meriah atau agung, sehingga memiliki karakter atau sifat pesta (festum).
Madah ini dibawakan dengan sikap tubuh berdiri tegap menggambarkan suasana batin kita yang mau memuji dan memuliakan Allah dengan hormat, tulus dan gembira. Biasanya Madah Kemuliaan versi-versi klasik dimulai oleh solis. Artinya sang solis-lah yang memulai bagian awal madah ini, maka tidaklah harus imam selebran. Karena itu, madah ini adalah milik umat, tidak bersifat presidensial. Kalau memang tidak ada solis atau wakil umat yang bisa diminta berperan, maka barulah imam selebran yang mengisi kekosongan itu. Pilihan untuk membawakannya: dilagukan atau diucapkan oleh umat secara bersama-sama atau bergantian; secara silih berganti antara solis atau paduan suara dengan umat, namun bukan antara imam selebran dengan umat; atau hanya oleh paduan suara. Bersambung P. Tinus Sirken, O.S.C.




