Seri: 01
E K A R I S T I
Sumber dan Puncak Iman Kristiani

Lakukanlah ini untuk Mengenangkan Daku
2. LITURGI SABDA = TINDAKAN MENDENGARKAN
Sebagai anak-anak Allah, kita berkumpul untuk mendengarkan Bapa kita yang bersabda kepada kita melalui Yesus Kristus. Artinya, Allah berbicara kepada kita (anak-anak-Nya) melalui peristiwa-peristiwa Yesus, Putera sulung Bapa, yang menjelma menjadi manusia, sebagai saudara sulung kita kaum beriman. Ia hidup dalam keseluruhan sejarah manusia, Ia melakukan mukjizat-mukjizat, Ia mengajar dan mengampuni, Ia menyembuhkan dan membangkitkan. Keseluruhan peristiwa- peristiwa-Nya itu, berpuncak pada peristiwa sengsara-Nya, wafat-Nya, dan kebangkitan-Nya, yang sering kita sebut Misteri Paskah Kristus.
Allah berbicara kepada kita melalui Misteri Paskah Kristus, yang diwartakan para nabi pada masa Perjanjian Lama dan para murid pada masa Perjanjian Baru. Dengan kata lain, pewartaan para nabi dan para murid atau rasul itulah yang tercatat dalam Kitab Suci Perjanjian Lama dan Kitab Suci Perjanjian Baru.
Diri Yesus dan keseluruhan peristiwa-peristiwa-Nya itu, secara nyata atau aktual (live) diekspresikan dan dibuat hadir dalam diri pribadi beriman para petugas liturgi (imam selebran, lektor, pemazmur, solis, paduan suara, petugas lain) yang memproklamasikan Sabda Allah, dan kita semua anggota keluarga Allah yang berkumpul menanggapi Allah yang berbicara melalui tata gerak kemanusiaan para petugas liturgi. Jadi, keseluruhan kata dan tindakan yang diekspresikan dalam liturgi itu adalah kata-kata iman dan tindakan iman diri kita kepada Allah.
3. LITURGI EKARISTI = TINDAKAN BERSYUKUR
Mendengarkan dan menanggapi Allah Bapa yang berbicara melalui diri Yesus itu, menguatkan dan meneguhkan iman bersama, ikut serta ambil bagian dalam kurban Tubuh dan Darah Yesus. Kita bersyukur kepada Allah Bapa bersama dengan Yesus melalui tindakan-tindakan-Nya sendiri. Tindakan syukur Yesus kepada Allah Bapa itu, dikenang dan dibuat hadir dalam Doa Syukur Agung Gereja secara aktual melalui tata gerak diri seluruh umat beriman.
Secara liturgis, tindakan partisipasi aktif anggota Tubuh Kristus dalam tindakan Kepala Tubuh: MENGAMBIL, MENGUCAP BERKAT, MEMECAHKAN, MEMBAGIKAN tubuh dan darah-Nya merupakan inti atau esensi dalam tindakan syukur Yesus kepada Allah Bapa. Pada satu sisi, imam selebran melalui rumusan kata dan tindakan Doa Syukur Agung menghadirkan atau menghidupkan kata dan tindakan Yesus sendiri. Dan sisi lain, kata dan tindakan syukur imam selebran itu sekaligus juga mengatasnamakan tanggapan iman seluruh Gereja kepada Allah Bapa.
Maka, dalam Liturgi Ekaristi, mulai Ritus Persiapan Persembahan sampai pada Ritus Menerima Komuni, fungsi atau peran imam selebran sebagai impersona Christi et impersona Ecclessia, artinya, imam sebagai wakil Kristus dan juga wakil Gereja.
4. RITUS PENUTUP = TINDAKAN PENGUTUSAN
Diri kita yang berkomuni dengan Allah melalui Tubuh dan darah Kristus menjadi bekal pengutusan diri ke dalam Dunia. Istilah Ite, missa est. Secara literal berarti Pergilah, kamu diutus. Ini mengingatkan kita bahwa Misteri Paskah Kristus: penderitaan, kematian, kebangkitan, dan pemuliaan Kristus yang kita rayakan (kenangkan dan hadirkan) dalam perayaan Ekaristi tidak pernah jauh berubah dari apa yang kita hidupi.
Pada Ritus Pembuka kita berkumpul bersama sebagai Tubuh Kristus. Liturgi Sabda, kita mendengarkan dan menanggapi Allah melalui Kitab Suci yang diproklamasikan. Liturgi Ekaristi, bersyukur dan bersatu dengan Allah dalam Tubuh dan Darah Kristus yang diterima. Ritus Penutup, diri kita yang bersatu dengan Allah menjadi Sakramen Kristus yang diutus membaharui dunia.
Pst. Tinus Sirken, OSC.




