ACIES KOMISIUM MARIA ASSUMPTA
Dengan suara lantang, para legioner Komisium Maria Assumpta mengucapkan, “Aku adalah milikmu, Ya Ratu dan Bundaku, dan segala milikku adalah kepunyaanmu.”
GEREJA St. Ambrosius Vila Melati Mas dipadati oleh kehadiran para legioner Komisium Maria Assumpta Paroki Santa Monika, Sabtu, 21 Maret 2015. Mereka hendak memperbarui janji kepada Bunda Maria serta memohon rahmat dan berkat dalam pelayanan.
Acara diawali dengan perarakan para pembawa vandal. Mereka memasuki gereja dengan membawa patung Bunda Maria,diikuti oleh Asisten Pemimpin Rohaniyakni Suster Lorenza OSU, Suster Eveline OSU, dan Suster Vivien, para perwira komisium, petugas liturgi, imam, serta para legioner.Sementara itu, lagu “Ave... Ave...Ave Maria” yang dilantunkan oleh Koor Exaudi Domine berkumandang.
Doa Tessera yang dipimpin oleh Pemimpin Rohani Komisium Maria Assumpta, Pastor Lukas Sulaeman OSC,mengawali perayaan Ekaristi.
Dalam homili,Pastor Lukas mengemukakan bahwa pada umumnya semua orang suka mendengar kabar baik dan tidak suka mendengar kabar buruk. Injil Lukas 1:26-38 mengulas tentang kabar sukacita Maria.“Biasanya panggilan baik berupa profesi, keaktifan di gereja, dan aktualisasi terhadap sesama,” ujar Romo Lukas.
Lebih lanjut Romo Lukas menjelaskan tentang panggilan Tuhan.Panggilan yang terjadi bisa seperti disergap;tiba-tiba, tidak terduga,dan datang atas inisiatif Allah yang merupakan karunia bagi manusia. “Panggilan demikian terjadi pada Bunda Maria yang dipanggil untuk menjadi Ibu Sang Juruselamat.” Allah tidak hanya memanggil, namun juga memberi jawaban, “Aku besertamu“. “Kita harus bersabar menunggu jawaban Allah,” lanjut Romo Lukas.
Romo Lukas juga menjelaskan bagaimana menanggapi panggilan sebagai legioner.“Kita hayati panggilan ini dengan percaya.Walaupun kondisi gelap(tantangan hidup),kita tanamkan dalam diri kita Fiat Maria; ‘Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan terjadilah kepadaku menurut perkataan-Mu’.”
Romo Lukas mengingatkan agar para legioner terus berjuang dan bertanggung jawab terhadap apa dikehendaki Allah.“Kita optimalkan panggilan legioner untuk keselamatan dunia.”
Di akhir homili, Pastor Lukas mengajak para legioner untuk terus bersyukur atas pengalaman ini.“Terima kasih,karena Engkau sungguh menuntun aku sebagai legioner.Bersama Bunda Maria, kita terus berkidung syukur. Semoga kita bisa tetap beriman ‘semua pasti beres’ dalam karya pelayanan dan doa-doa kita.”
Setelah homili, Ekaristi dilanjutkan dengan pengucapan janji penyerahan diri. Acara diawali oleh Pastor Lukassebagai pemimpin rohani,para suster, petugas liturgi, perwira komisium,serta para legioner baik senior maupun yunior.
Didepan Veksilium besar,dengan suara lantang semua legioner mengucapkan, “Aku adalah milikmu, ya Ratu dan Bundaku, dan segala milikku adalah kepunyaanmu.”
Sebelum berkat penutup, Ketua Komisium Maria Assumpta, E.C.Lies Hiendryani,memberikan sambutan. Ia menegaskan bahwa Acies merupakan berkat surgawi bagi semua legioner. Karena dengan pembaruan janji kesetiaan kepada Bunda Maria, para legioner memperoleh kekuatan. “Bunda Maria menjadi teladan kita.Bunda Maria selalu bersyukur dan Allah menjadi alasan utama Bunda Maria untuk bersyukur, karena Bunda Maria melihat karya Allah dalam kehidupannya sehari-hari.”
Lies mengungkapkan bagaimana para legioner harus bersyukur.Karena para legioner turut serta dalam karya keselamatan Allah. “Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang Mahakuasa. Dengan demikian, kita menjadi legioner bukan hanya atribut,tetapi pribadi Bunda Maria yang menjadi teladan kita dalam bertingkah laku.”
Oleh Fita




