Seorang gadis kecil pernah bertanya kepada saya apakah natal itu ulang tahun Tuhan Yesus sehingga harus membawa kado pada waktu pergi ke misa natal ? Pertanyaan yang sama yang akhirnya saya tanyakan kepada diri sendiri saat ini dan juga kepada Anda semua,ketika hanya dalam hitungan minggu, kita kembali menyambut kelahiran bayi mungil, sang Juruselamat. Apa yang akan saya bawa sebagai hadiah pada misa natal nanti ? Seperti apakah hadiah yang terbaik yang akan menyenangkan hati Nya ? Apakah Anda sudah menentukan hadiah apa yang akan Anda berikan ? Ataukah kita sama-sama hanya menunggu diberi hadiah oleh sang Juruselamat atau hanya sibuk saling memikirkan hadiah apa yang akan Anda berikan kepada keluarga,teman-teman dsb yang dekat di hati Anda ?
Mungkin menurut Anda, apapun hal baik yang kita lakukan ,pasti berkenan untuk sang Juruselamat.
Tidak salah, tetapi kalau wujudnya hanya dengan membeli kalender di halaman gereja sebagai donasi atau menyumbangkan pakaian2 Anda,sekalian bersih-bersih menjelang akhir tahun dan kemudian menyumbangkannya ke bazar amal di gereja, kalau iklan biskuit jadul itu namanya “Sudah tradisi”
Beberapa hari yang lalu, saya ikut blusukan bersama beberapa umat St.Monika yang sama-sama punya idola dengan tagline “Lakukan hal yang kecil dengan cinta yang besar “. Ya, itu prinsip hidup yang diajarkan Ibu Teresa. Tidak perlu jauh-jauh ke India karena sebenarnya mereka yang tertarik dengan apa yang Ibu Teresa lakukan, melihat kehadiran Tuhan dalam diri setiap orang,bisa melakukannya dimana saja. Bahkan apabila Anda merasa lebih bersemangat kalau melakukannya bersama-sama, sejak 8 Pebruari 2013 yang lalu, sudah terbentuk Kerabat Kerja Ibu Teresa di area BSD. Bukan organisasi, tetapi sekumpulan orang-orang yang ingin lebih dekat satu sama lain sebagai keluarga,melakukan pelayanan kasih kepada mereka yang miskin, bukan hanya miskin materi tetapi juga miskin kasih sayang,miskin perhatian dsb.
Jadilah saya bergabung dengan mereka,bukan ke Kalkuta, tapi ke Desa Suradita yang letaknya tidak jauh dari BSD City. Salah satu acara mereka tiap bulan adalah “warung sehat”,membagikan makanan bergizi kepada masyarakat miskin di sana. Yang menarik bagi saya, mereka bukan hanya sekedar membagikan seperti yang sering kita saksikan dari baksos ke baksos, tetapi mereka benar-benar melakukan yang disarankan oleh Ibu Teresa “Hanya dengan mengenal secara pribadi,kamu dapat mengerti dan mencintai sesama “
Ada tegur sapa, layaknya seorang kerabat yang lama tidak bertemu, ada tawa canda,bernyanyi bersama dan belaian buat anak-anak kecil yang matanya berbinar setelah menerima segelas susu dan sepotong roti, ada acara sisir menyisir dan membersihkan tubuh seorang nenek usia lanjut yang terbaring lemah di depan rumahnya.Ada tangan-tangan yang mengisi rantang keluarga tunanetra. Terdengar pula ucapan syukur bahwa mereka masih diberi kesempatan makan nasi yang kualitasnya baik yang tidak sanggup mereka beli sendiri atau keluhan kecewa bagi mereka yang terlambat datang dan ayam goreng lezat sudah habis dinikmati yang lain.
Saya bertugas membagikan nasi dan pelajaran untuk saya saat itu adalah ketika seorang nenek renta menyodorkan piring usangnya,sambil berkata “Saya tidak perlu nasi, saya sudah punya di rumah, saya hanya mau ayam gorengnya saja“ Di tempat kumuh tersebut ternyata keserakahan bisa dikalahkan oleh kesederhanaan hidup seorang nenek.
Tidak ada gegap gempita menurunkan puluhan bungkus mie instant, tidak ada keriuhan pembagian kupon dan mereka yang antri untuk mendapatkan sembako,setelah itu selesai, yang menyumbang dan yang disumbang bahkan tidak saling mengenal. Yang saya lihat hanyalah hal sederhana yang coba dilakukan dengan cinta yang besar,mereka melayani SESEORANG, bukan lagi melayani untuk SESUATU, sesuai dengan apa yang diinginkan Tuhan : “Segala sesuatu yang kamu lakukan bagi saudaraKu yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku “ (Mat 25:40)
Jadi, KASIH lah hadiahnya. Berikan bukan hanya materi tetapi juga CINTA KASIH Anda kepada sesama yang membutuhkan,sehingga dalam misa natal nanti Anda bisa berkata kepada bayi dalam palungan “Sudah kucoba berikan yang terbaik untukMu,kasih kepada sesamaku, sudah kucoba, bukan mulutku yang berkhotbah, tetapi tangan-tanganku untuk memuliakan namaMu”
Why don't you give love on Christmas day,the man on the street and the couple upstairs.all need to know that there’s one cares, give love on Christmas day,no greater gift is there than love (Michael Jackson)
st





