Sebagai umat katolik, tentunya hafal bagaimana mewartakan Kabar Gembira (=Injil) dilakukan pada zaman dulu sebagaimana yang dapat dibaca dalam kitab suci, seperti berjalan berhari-hari, beribu-ribu kilometer, masuk dari kota yang satu ke kota yang lain.
Mungkin masih ingat kisah Anne Frank, salah satu gadis muda usia keturunan Yahudi yang terpaksa bersembunyi di loteng rumah untuk menghindari kejaran tentara NAZI. Bagaimana dari hari ke hari Anne menuliskan apa yang terjadi dalam buku harian hadiah ulang tahun yang ke-12 dari ayahnya yang kemudian diterbitkan dan justru terkenal di seluruh dunia setelah penulisnya tiada.
Lima belas atau sepuluh tahun yang lalu mungkin Anda atau orang tua Anda masih melakukan rutinitas pagi, membuka pintu rumah sambil mengambil koran di depan rumah, kemudian sibuk membaca sambil menikmati sarapan pagi.
Ketika zaman berganti, tahun berlalu, teknologi berkembang, tentu saja di 2013 ini tidak perlu lagi berjalan kaki beribu-ribu kilometer untuk mewartakan sesuatu. Orang juga tidak perlu lagi menulis di atas berlembar-lembar kertas untuk mengungkapkan apa yang sedang dialami atau apa yang diinginkan. Rutinitas pagi juga sudah berganti menjadi, bangun tidur, buka smartphone atau blackberry dan mulailah melakukan olahraga jari untuk membalas BBM, mencari berita sambil menyeruput kopi atau menikmati teh hangat.
Ya, di zaman ini, bahkan hanya dengan telepon cerdas yang Anda miliki. Anda bisa bangun tidur langsung go blog !
Apa itu BLOG? Blog atau weblog blog sering digunakan untuk menulis aktivitas sehari-hari yang terjadi pada penulisnya, ataupun merefleksikan pandangan-pandangan penulisnya tentang berbagai macam topik yang terjadi dan untuk berbagi informasi - blog dapat juga menjadi sumber informasi bagi para hacker, pencuri identitas, mata-mata, dan juga para penulis naskah. Banyak berkas-berkas rahasia dan penulisan isu sensitif ditemukan dalam blog-blog. Blog-blog yang disajikan dapat menimbulkan masalah hukum, mulai dari pemecatat seseorang dari pekerjaannya, diblokir aksesnya, didenda, dan bahkan ditangkap.(Sumber : Wikipedia). Go blog merupakan kependekan dari go blogging, dimana Anda berselancar di dunia maya, membuka blog-blog yang ada untuk mendapatkan berita, berkomentar dsb dsb.
Karena go blog itu juga dapat digunakan untuk mewartakan Kabar Gembira, maka Sie Komsos Paroki St. Monika mengadakan lokakarya sehari bagi umat katolik untuk memperkenalkan apa dan bagaimana caranya nge-blog atau mengelola pada tgl 22 September 2013 di Ruang St. Dorotea.
Pesertanya beragam, mulai dari umat senior yang jelas membuktikan bahwa usia tidak menghalangi seseorang untuk menambah pengetahuannya. Meminjam istilah Bpk. J.B.Soedarmanta kepada saya beberapa waktu yang lalu, Non scholae sed vita discimus (Kita belajar bukan untuk ijazah, tetapi untuk hidup),para ibu dari komunitas Wanita Katolik, sampai orang tua yang mengajak putra/putrinya belajar bersama-sama.
Acara dibuka oleh Pem-Red Komunika, bpk Petrus Eko Soelarso yang mewartakan kabar baik dengan menyatakan website Santa Monika cukup sukses karena sering sekali diserang hacker. Sebagaimana kata orang bijak “Sesuatu yang gemerlap yang lebih sering menjadi sasaran timpuk”. Tentunya Anda mengerti apa yang dimaksud oleh Pem-Red itu.
Nara sumber untuk belajar go blog adalah Levi Jordan yang untuk usianya yang masih jauh sekali dari setengah abad tentu saja tergolong manusia cerdas.
Hal yang menarik dalam acara belajar go blog kali ini adalah dinamika para pesertanya. Ada yang sukarela berbagi pakai fasilitas wi-fi, ada yang membawa kabel extension dan menawarkan kepada para peserta yang lain, mungkin ada yang memerlukan. Jadi, kalau Anda pesimis bahwa di zaman sekarang sudah termasuk langka manusia yang mau berbagi, mau bertenggang rasa, bersyukurlah karena di antara umat St.Monika ternyata kebersamaan masih ada, sampai ke lingkup kecil, belajar bersama-sama.
Setelah acara belajar bersama selesai, beberapa umat secara sukarela mengajukan diri untuk ikut berpartisipasi aktif dalam website St.Monika, untuk menjadikan team yang sudah ada semakin solid.
Walaupun Tuhan tidak punya FB, saya tetap penggemarnya, walaupun Tuhan tidak punya Twitter, saya tetap mengikutinya…….Apakah Tuhan punya blog ? Yang jelas Tuhan punya sumbernya. ALKITAB. Maksudnya, bukan hanya teks atau tulisan pada masa lalu, tetapi Alkitab yang nyata dalam kehidupan kita sehari-hari. Tutur kata, sikap dan perbuatan kita merupakan Kabar Gembira yang kita wartakan sehingga pantas disebut Injil yang hidup sehingga lebih mudah dibaca dan dimengerti oleh orang yang berjumpa dengan kita. Setiap orang semua memiliki tugas dan kewajiban untuk mewartakan Kabar Gembira dari sumber tersebut sesuai perkembangan zaman. Jadi………wartakan dengan lantang sampai ke ujung dunia………dengan go blog ! (st)





