Segala Sesuatu yang Ingin Kalian Ketahui tentang Masa Prapaskah
Apa itu Masa Prapaskah? Masa Prapaskah adalah masa 40 hari sebelum Paskah, yang digunakan Gereja untuk mempersiapkan diri dalam merayakan Kebangkitan Tuhan kita Yesus Kristus pada hari Minggu Paskah.Bilamanakah Masa Prapaskah dimulai?Masa Prapaskah dimulai pada hari Rabu Abu, yaitu hari di mana umat beriman menerima tanda Salib dari abu di dahinya. Masa Prapaskah berakhir pada siang hari Sabtu Suci. Lima hari Minggu Prapaskah tidak terhitung dalam masa 40 hari tersebut
Mengapa orang Katolik membubuhi dahinya dengan tanda salib pada hari Rabu Abu? Sebab menurut Injil tanda di dahi adalah lambang kepemilikan seseorang. Dengan tanda salib didahinya melambangkan bahwa orang tersebut adalah milik Yesus Kristus, yang wafat di Kayu Salib. Tanda itu serupa dengan tanda rohani atau meterai yang dimeteraikan dalam Baptisan Kristiani, yaitu ketika manusia dibebaskan dari perbudakan dosa, serta dijadikan hamba kebenaran. (Roma 6:3-18). Tanda itu juga serupa dengan gambaran orang-orang benar dalam Kitab Wahyu: "Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!" (Why 7:3)
Mengapa diberi tanda dengan abu?Karena abu adalah lambang biblis dari sesal dan tobat. Dalam jaman Kitab Suci, umat Allah mempunyai kebiasaan untuk berpuasa, mengenakan kain kabung, duduk di atas abu, serta menaburi kepala mereka dengan abu. Sekarang kita tidak lagi mengenakan kain kabung atau duduk di atas abu, tetapi kita masih meneruskan kebiasaan berpuasa dan membubuhkan abu pada kening kita sebagai tanda sesal dan tobat. Sesungguhnya, Hari Rabu Abu bukanlah hari sekedar membubuhi dahi kita dengan abu, tetapi juga adalah hari puasa
Adakah makna lain dari abu?Ya. Abu juga melambangkan kematian, dan dengan demikian mengingatkan kita akan ketidakabadian kita. Karenanya, ketika imam dengan ibu jarinya membubuhkan abu di kening umat, ia akan berkata, “Ingatlah, manusia berasal dari debu dan akan kembali menjadi debu", seperti yang difirmankan Tuhan kepada Adam (Kej 3:19, Ayb 34:15; Mzm 90:3; Mzm 104:29; Pengkhotbah 3:20). Perkataan tersebut diucapkan juga dalam pemakaman, “Abu menjadi abu; debu menjadi debu,” sesuai firman Tuhan kepada Adam, dan sesuai dengan pengakuan Abraham, “Aku debu dan abu” (Kej 18:27). Demikianlah abu menjadi tanda ketidakabadian kita serta mengingatkan kita akan pentingnya bertobat sebelum hidup kita di dunia ini berakhir dan kita menghadap Sang Pencipta. [ Bersambung Di edisi Warta Monika Minggu yang akan datang ] “diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin Fr. Francis J. Peffley.”





Sudah selesai, bapak/Ibu yang putra/putrinya dibaptis pada bulan itu, silahkan untuk segera mengambil di sekretariat paroki pada jam kerja
Akan diadakan pada tanggal, 28 Februari, jam 19.30 di Gereja. Parkir di sekolah Santa Ursula. Umat diundang untuk hadir
Pada hari Jumat 7 Maret, pukul.19.30 di gereja. Parkir di sekolah Santa Ursula