QUIS MONIKA
Dalam Rangka Perayaan Pesta Pelindung Paroki Santa Monika mengadakan quis untuk mengenal Santa Monika sebagai pelindung paroki kita : Pertanyaan sebagai berikut :
1. Di manakah Santa Monika dilahirkan ?
2. Siapa nama anak Santa Monika ?
3. Setiap tanggal berapakah Gereja memperingati Pesta Santa Monika ?
Persayaratan :
1. Peserta adalah warga paroki Santa Monika Serpong kelas 1 s.d. 6 SD.
2. Jawaban ditulis pada selembar kertas dan dimasukan dalam amplop tertutup.
3. Jawaban ditunggu paling lambat tanggal 24 Agustus dan dialamatkan ke Sekretariat paroki Monika Serpong atau diserahkan langsung ke Sekretariat paroki pada jam kerja.
4. Terseedia hadiah menarik bagi pemenang.





[ CFC ] paroki St. Monika, BSD dan paroki Sto. Laurensius, Alam Sutera mengundang Bapak, Ibu, dan Saudara/i sekalian untuk ambil bagian dalam Pembaharuan hubungan keluarga dan hubungan pribadi dengan Tuhan melalui Seminar Program Hidup Kristiani (Christian Life Program ) yang akan diselenggarakan pada tanggal 24 & 31 Agustus ; 6 & 28 September ; 5, 12, 19 & 26 Oktober 2014, di aula gereja paroki Sto. Laurensius - Alam Sutera. Info pendaftaran hub:Wilayah Gading Serpong : Goenadi & Elizabeth : 0811-962 9726 atau Pascal & Sioklie : 0812-8211 017 atau Antonio & Maria : 0838-9246 7069. Wilayah Alam Sutera : Tjandra & Ruth Solaiman : 0811-175 399 atau Irwan & Nila : 0811-989 2323. Area VMM & BSD : Rhandy & Theresia : 0818-888 765 atau Ubaldus & Shinta : 0813-8072 0002 atau Wily &Paulina : 0878-7131 7052 atau Sundjojo dan Tjinda : 0812-916 4330
Sehubungan dengan acara Bazar peringatan 25 tahun Sekolah Santa Ursula pada tanggal 30 dan 31 Agustus, maka area parkir sekolah tidak dapat dipergunakan. Umat dihimbau untuk menggunakan area parkir di Ruko Barcelona, Madrid, ruko sektor 1.2
Akan diadakan Sosialisasi bahan Pendalaman Kitab Suci tahun 2014, pada hari Sabtu, 23 Agustus, pukul 09.00 pagi di aula Santa Anna. Diharapkan para ketua lingkungan atau pewarta lingkungan untuk hadir. Pengumuman ini sebagai UNDANGAN
Ada banyak penjelasan simbolik dari tindakan yang biasa disebut “memecah-mecahkan Hosti” ini. Alasan sebenarnya mungkin lebih sederhana.Sari buah anggur tetap berfermentasi walaupun telah menjadi anggur. Lama-kelamaan anggur akan menjadi cuka dan mempunyai rasa yang asam.Di masa lampau, orang biasa meletakkan sepotong roti dan membiarkannya mengapung dalam anggur untuk menyerap asam sehingga anggur menjadi lebih lezat rasanya. Hal tersebut mungkin karena roti adalah sesuatu yang padat dan tetap mengapung dalam anggur.Di Eropa, dalam abad pertengahan, orang membakar rotinya terlebih dahulu (toast) untuk mencegah agar roti tidak menjadi terlalu lembek. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa orang masih membicarakan `toast' (roti panggang atau bersulang) ketika mereka minum anggur. “dikutip dari YESAYA: www.indocell.net/yesaya”