Memaafkan Teman (komik)

Cerita/teks: Kathlyn Sandrina, 8 thn, kelas 3
Komik: Julius
Wilayah 13, Lingkungan St. Felisitas

Cerita/teks: Kathlyn Sandrina, 8 thn, kelas 3
Komik: Julius
Wilayah 13, Lingkungan St. Felisitas

Tahun 2010 yang lalu tema Pesta Natal bersama empat lingkungan; St. Bernadette, St. Paulinus, St. Ignatius, dan St. Juventius, adalah “Keluarga Kudus Membawa Kasih Dalam Keluarga”, mengingatkan betapa teladan keluarga kudus merupakan panduan keluarga dalam menciptakan kasih di dalam keluarga. Keluarga-keluarga dari empat lingkungan yang anak-anaknya tergabung dalam Bina Iman Anak Bernadette itu mengusahakan waktu untuk berkumpul bersama, merayakan Natal bersama keluarga-keluarga di dalam lingkungan-lingkungan terdekat.
Tahun ini kita memasuki persiapan Natal dengan tema Adven 2011 “Ekaristi Sumber Berkat Dalam Keluarga”. Kalau mengingat Sakramen Ekaristi maka mau tidak mau kita akan mengingat rangkaian peristiwa selama Minggu Suci, terutama peristiwa di Malam Kamis Putih di mana Yesus memecah-mecahkan roti dan membagikannya, serta membagikan anggur sebagai perlambang pengorbananNya yang akan terjadi pada hari Jumat Agung. Sakramen ini juga mengingatkan kita akan kebangkitanNya ke surga. Tetapi tidak akan ada pengorbanan dan kebangkitan jikalau Yesus tidak dilahirkan sebagai Anak Manusia.
Natal artinya kelahiran. Kelahiran Anak Manusia yang akan mengubah kehidupan manusia. Manusia yang berdosa akan ditebus dengan sengsara Anak Manusia dan kembali mendapat tempat di rumah Bapa. Natal bisa menjadi kelahiran kembali anak-anak manusia yang mau bertobat dan kembali kepadaNya, karena itu Yohanes Pembaptis datang mempersiapkan jalan bagiNya.
Setiap Natal pasti kita tidak akan melupakan Keluarga Kudus yang menjaga dan membesarkan Yesus sejak masih bayi yang dibungkus kain lampin sampai tiba waktuNya untuk keluar dan melaksanakan kehendak BapaNya. Gambaran Anak Manusia yang berada di palungan didampingi Bunda Maria dan Santo Yosef, serta dikelilingi para gembala dan tiga raja dari Timur merupakan gambaran yang biasa kita temukan di gua-gua Natal di gereja ataupun di rumah-rumah. Keakraban dan kehangatan dalam gua bersama keluarga dan teman-teman terdekat di tengah dinginnya malam di Bethlehem semoga ikut masuk ke dalam keluarga kita, ke dalam lingkungan dan GerejaNya. Gereja adalah keluarga besar Yesus, semoga Natal senantiasa mengingatkan kita akan keluarga yang merindukan kasih dan kehangatan bersama.
Penulis: Retty N Hakim (warga lingk. St. Juventius – Wilayah IV)
Kredit foto: Lunardi Rais (warga lingk. St. Juventius – Wilayah IV)
Hari demi hari berlalu
Tanpa terasa memasuki Desember ceria
Umat Tuhan berbenah untuk sambut Bintang Fajar
Gereja-gereja berhiaskan pohon dan lampu kelap kelip
Bintang keselamatan dekat di hati semua orang
Hati dan diri kita semua disempurnakan
Keselamatan menjemput dalam Natal
Sungguh Kabar Suka Cita
Dalam Natal Indah
Yesus Kristus penyelamat.
Shalom,
William

Tahun 2010 yang lalu tema Pesta Natal bersama empat lingkungan; St. Bernadette, St. Paulinus, St. Ignatius, dan St. Juventius, adalah “Keluarga Kudus Membawa Kasih Dalam Keluarga”, mengingatkan betapa teladan keluarga kudus merupakan panduan keluarga dalam menciptakan kasih di dalam keluarga. Keluarga-keluarga dari empat lingkungan yang anak-anaknya tergabung dalam Bina Iman Anak Bernadette itu mengusahakan waktu untuk berkumpul bersama, merayakan Natal bersama keluarga-keluarga di dalam lingkungan-lingkungan terdekat.
Tahun ini kita memasuki persiapan Natal dengan tema Adven 2011 “Ekaristi Sumber Berkat Dalam Keluarga”. Kalau mengingat Sakramen Ekaristi maka mau tidak mau kita akan mengingat rangkaian peristiwa selama Minggu Suci, terutama peristiwa di Malam Kamis Putih di mana Yesus memecah-mecahkan roti dan membagikannya, serta membagikan anggur sebagai perlambang pengorbananNya yang akan terjadi pada hari Jumat Agung. Sakramen ini juga mengingatkan kita akan kebangkitanNya ke surga. Tetapi tidak akan ada pengorbanan dan kebangkitan jikalau Yesus tidak dilahirkan sebagai Anak Manusia.
Natal artinya kelahiran. Kelahiran Anak Manusia yang akan mengubah kehidupan manusia. Manusia yang berdosa akan ditebus dengan sengsara Anak Manusia dan kembali mendapat tempat di rumah Bapa. Natal bisa menjadi kelahiran kembali anak-anak manusia yang mau bertobat dan kembali kepadaNya, karena itu Yohanes Pembaptis datang mempersiapkan jalan bagiNya.
Setiap Natal pasti kita tidak akan melupakan Keluarga Kudus yang menjaga dan membesarkan Yesus sejak masih bayi yang dibungkus kain lampin sampai tiba waktuNya untuk keluar dan melaksanakan kehendak BapaNya. Gambaran Anak Manusia yang berada di palungan didampingi Bunda Maria dan Santo Yosef, serta dikelilingi para gembala dan tiga raja dari Timur merupakan gambaran yang biasa kita temukan di gua-gua Natal di gereja ataupun di rumah-rumah. Keakraban dan kehangatan dalam gua bersama keluarga dan teman-teman terdekat di tengah dinginnya malam di Bethlehem semoga ikut masuk ke dalam keluarga kita, ke dalam lingkungan dan GerejaNya. Gereja adalah keluarga besar Yesus, semoga Natal senantiasa mengingatkan kita akan keluarga yang merindukan kasih dan kehangatan bersama.
Penulis: Retty N Hakim (warga lingk. St. Juventius – Wilayah IV)
Kredit foto: Lunardi Rais (warga lingk. St. Juventius – Wilayah IV)
Hari demi hari berlalu
Tanpa terasa memasuki Desember ceria
Umat Tuhan berbenah untuk sambut Bintang Fajar
Gereja-gereja berhiaskan pohon dan lampu kelap kelip
Bintang keselamatan dekat di hati semua orang
Hati dan diri kita semua disempurnakan
Keselamatan menjemput dalam Natal
Sungguh Kabar Suka Cita
Dalam Natal Indah
Yesus Kristus penyelamat.
Shalom,
William
