Sengsara Yesus (1-4-12)
Minggu, 1 April 2012
Yesaya 50:4-7
Mazmur 22:8-9,17-18a,19-20,23-24
Filipi 2:6-11
Markus 14:1 - 15:47 (Markus 15:1-39)
“... Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggalah disini dan berjaga-jagalah.”
(Markus 14:34)
TEMAN, hari ini kita bersama-sama membaca kisah sengsara Yesus. Mungkin sudah untuk kesekian puluh kalinya. Namun mari kita terus mendalami kisah sengsara-Nya untuk semakin merasakan dan mengerti betapa besar kasih Yesus bagi kita.
Dalam kitab Filipi disebutkan bahwa Yesus yang setara dengan Allah Bapa, rela melepaskan ke-Allahannya untuk turun ke dunia dan mengambil rupa seorang hamba. Dia rela difitnah, dicerca, disiksa, dipermalukan, dan akhirnya dibunuh dengan kejam dan dengan cara yang sungguh tidak layak Ia terima. Seorang Allah Putera yang turun ke dunia, bukannya diperlakukan dengan penuh hormat, malahan dihina serendah-rendahnya dan dibunuh. Dan Dia hanya bungkam dan menerima segala perlakuan itu dengan rela.
Kasih Yesus yang sungguh besar ini harus selalu terpatri dengan kuat dalam hati kita. Ingatlah bahwa hidup kita sudah ditebus bukan dengan emas atau permata, tapi dengan darah Kristus Yesus. Oleh karenanya, sudah menjadi kewajiban kita untuk menggunakan hidup ini sebaik-baiknya sebagai rasa syukur akan kasih Yesus. Teman, hidupmu telah diperjuangkan oleh Kristus, maka mulai saat ini mari kita menggunakannya untuk kemuliaan Tuhan yang lebih besar.[AB]
Apakah aku menyadari bahwa hidupku sangat berharga?
DOA (†)
Yesus,terima kasih untuk pengorbananMu bagi hidup kami. Amin(†)




