The Guidance (11-4-13)
Kamis, 11 April2013
St. Stanislaus
Kisah Para Rasul 5:27-33
Mazmur 34:2,9,17-18,19-20
Yohanes 3:31-36
SEKITARbeberapa bulan yang lalu saya membaca suatu buku yang sangat menginspirasi. Judulnya “Jodoh Pilihan Tuhan”, penulis Derek Prince. Di situ diajarkan bahwa untuk mengenal dan mengetahui rencanaNya dalam hidup kita, diawali dengan mempersembahkan hidup kita kepada Tuhan. Kemudian kita selalu bersekutu denganNya dan menyediakan waktu khusus bagiNya setiap hari secara rutin.Dengan cara seperti itu maka kepekaan dan tingkat penyerahan diri kita akan dilatih. Saat itu saya tersentak dan merenung. Saya sering berdoa memohon kepekaan untuk lebih mengetahui rencanaNya dalam hidup saya. Tapi apakah saya sudah berdoa dan mempersembahkan hidup sayasepenuhnyakepadaNya? Atau hanya berdoa melalui mulut saja? Apakah saya sudah percaya sepenuhnya supaya Tuhan yang memegang kendali dan menjadi nomor satu dalam hidup saya?Kalau demikian, saya sadar dan mempelajari satu hal: Tuhan memberi sesuai dengan tingkat kepercayaan saya kepadaNya. Tetapi kalau saya tidak pernahbertanya apa yang Tuhan inginkan dalam hidup saya, bagaimana Tuhan bisa memberitahusaya? Dari situ saya belajar untuk selalu bertanya dan mendahulukan keinginan Tuhan.
St. Stanislaus, seorang Uskup dan Martir merupakan salah satu teladan yang sangat tepat untuk bacaan hari ini. Sejak remaja ia berita-cita ingin menjadi abdi Allah. Dia memberikan hidupnya kepada Tuhan secara sepenuhnya. Tuhan pun memakainya dengan luar biasa. Kisah hidupnya menginspirasi dan mengingatkan saya. Apakah saya sudah memberikan hidup saya sebagai persembahan terindah untuk Tuhan?[AW]
Apa yang ingin Tuhan kehendaki untuk saya lakukan?
DOA (†)
Tuhan Yesus, ajar saya menjadi muridMu yang taat. Amin(†)




