Selasa, 31 Desember 2012
St. Silvester 1Yohanes 2:18-21;
Mazmur 96:1-2,11-12,13;
Yohanes 1:1-18
ANAK-ANAK ALLAH YANG PERCAYA
“Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;" (Yohanes 1:12)
Pada suatu hari yang cerah, Bima sedang berjalan-jalan di hutan nan rindang. Tiba-tiba ia terperosok masuk ke dalam lubang yang gelap. Ia segera berpegangan pada sebuah akar pohon yang kuat. Tak hanya itu, Bima juga berteriak, “Tuhan, apa yang harus aku lakukan ?”. Tuhan menjawab, “Lepaskanlah peganganmu itu”. Namun, Bima tidak melepaskan pegangannya. Karena ia takut lebih dalam lagi terperosok ke dalam lubang. Karena tangannya lelah, akhirnya Bima pun melepaskan pegangannya seperti perintah Tuhan. Ternyata jarak atas dan dasar lubang hanya 30 cm. Tentu saja Bima selamat.
Teman-teman, cerita di atas menggambarkan rasa tidak percaya kita sebagai anak-anak Allah. Kalau kita percaya penuh kepada Allah, maka Allah akan memberkati kita. Ada sukacita, keselamatan, dan damai sejahtera yang lebih besar jika kita percaya kepada Allah.
Mari kita belajar untuk berserah penuh dan percaya kepada Allah. (Rf)
Doa(†) :




